Gunungkidul Dorong Sport Tourism Lewat Kejurnas Sepatu Roda
Gunungkidul mengembangkan sport tourism lewat Kejurnas Sepatu Roda Bupati Cup 2026 yang diikuti 459 peserta dari berbagai daerah.
Ilustrasi petir di tengah cuaca ekstrem./Pixabay
Harianjogja.com JOGJA—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi sepekan ke depan. Puncaknya diperkirakan terjadi pada 5 Februari akibat pengaruh dua siklon tropis, yakni Siklon 99S dan 90S yang mendekati wilayah setempat.
Kepala Pelaksana BPBD DIY, Noviar Rahmad menjelaskan, saat ini kedua siklon tersebut berada di Samudera Hindia selatan dan dapat meningkatkan curah hujan secara signifikan. “Curah hujan di DIY diprediksi berada di kategori sedang hingga lebat yang berpotensi menyebabkan banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang,” ujarnya, Minggu (2/2/2025).
BACA JUGA : Prediksi Cuaca BMKG Minggu 2 Februari 2025: DIY Hujan Ringan
BPBD DIY bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah memetakan daerah yang berpotensi terdampak bencana akibat cuaca ekstrem ini. Salah satu yang menjadi perhatian adalah wilayah pantai selatan DIY yang diperkirakan mengalami peningkatan tinggi gelombang antara 3 hingga 5 meter.
“Selain wilayah pesisir, daerah perbukitan seperti Pegunungan Menoreh dan beberapa kawasan berbukit lainnya juga masuk dalam kategori rawan longsor seperti di Kulonprogo, banyak daerah yang sudah mengalami rekahan tanah. Masyarakat diimbau untuk segera menghindari lokasi-lokasi tersebut jika hujan turun dengan intensitas tinggi dalam waktu lama,” tambahnya.
Dalam upaya mitigasi, BPBD DIY telah berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota untuk menyebarluaskan informasi kepada masyarakat. “Sekretaris daerah kabupaten/kota sudah menerima imbauan dan diharapkan dapat meneruskannya kepada masyarakat agar dapat melakukan langkah antisipasi lebih awal,” kata Noviar.
Meskipun kondisi cuaca ekstrem diprediksi terjadi, pemerintah daerah tidak melakukan penutupan tempat wisata. Namun, ada beberapa aturan yang akan diterapkan, terutama di kawasan pantai.
“Wisata tetap dibuka, tetapi pengunjung dilarang berenang di laut saat gelombang tinggi. Untuk nelayan, jika pada 5 Februari nanti gelombang laut benar-benar meningkat, mereka dilarang melaut demi keselamatan,” ungkap Noviar.
Masyarakat yang tinggal di wilayah rawan longsor diimbau untuk segera mengungsi atau menghindari daerah yang sudah menunjukkan tanda-tanda pergerakan tanah. “Jika ada rekahan tanah yang semakin melebar dan hujan turun terus-menerus, sebaiknya segera mencari tempat yang lebih aman,” katanya.
BPBD DIY juga meminta warga untuk selalu memantau informasi cuaca dari BMKG serta mengikuti arahan dari petugas terkait. Dengan kesiapsiagaan sejak dini, dampak dari cuaca ekstrem ini diharapkan bisa diminimalkan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul mengembangkan sport tourism lewat Kejurnas Sepatu Roda Bupati Cup 2026 yang diikuti 459 peserta dari berbagai daerah.
Bareskrim menetapkan delapan awak MV King Sun sebagai tersangka penyelundupan 1.298 kg ketamin di perairan Tanjung Berakit.
Makam mertua Djaduk Ferianto di Kuncen Lama dirusak. Ahli waris menyoroti biaya perawatan, Pemkot Jogja berencana menata pengelolaannya.
Gelombang pasang menerjang Pantai Pandansimo, Bantul, membuat tiga rumah rusak berat. Warga diminta waspada gelombang tinggi.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan jalan tol harus membuka akses ke pusat ekonomi untuk mendorong investasi dan pertumbuhan.
Pemkab Gunungkidul merehabilitasi tiga pasar tradisional pada 2026. Perbaikan Pasar Wotgaleh, Karangijo, dan Ngrancah terkendala anggaran.