Hasil Pilur PAW Sleman 2026, Ini 5 Calon Peraih Suara Terbanyak
Hasil Pilur PAW Sleman 2026 di lima kalurahan. Andi Suwarno hingga Totok Jaka Suwarta meraih suara terbanyak.
Ilustrasi nasi kotak. - Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sleman menyampaikan bahwa baru ada 70 pelaku usaha katering dan restoran yang memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) per Maret 2025. SLHS menjadi bukti standar pengolahan makanan yang aman.
Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinkes Sleman, Tunggul Birowo, mengatakan SLHS diperuntukkan bagi pelaku usaha dengan produk makanan mudah basi, seperti penyediaan nasi box dengan bermacam snack.
“Kalau makanan dengan masa kedaluwarsa lebih dari sepekan itu nanti pakainya bukan SLHS, tapi PIRT [Pangan Industri Rumah Tangga],” kata Tunggul ditemui di kantornya, Rabu (26/3/2025).
Tunggul mengaku SLHS juga bermanfaat bagi pelaku usaha, karena masyarakat akan lebih percaya untuk menggunakan jasa mereka. Sebab itu, dia mendorong agar pelaku usaha katering dan restoran segera mengurus kepemilikan SLHS.
Pelaku usaha perlu datang ke Loket Dinkes Sleman di Mal Pelayanan Publik. Pendaftaran SLHS gratis untuk pelaku usaha mikro. Paling tidak Dinkes perlu menunggu ada 30-40 pendaftar sebelum menyelenggarakan pelatihan.
BACA JUGA: Antisipasi Gangguan Keamanan, Polisi Mengintensifkan Patroli Wisata di Bantul
Pelatihan dilakukan selama dua hari. Tidak harus pemilik katering yang hadir dalam pelatihan, karyawan dapat menjadi delegasi pengganti. Sebelum pelatihan dua hari tersebut. Pelaku usaha akan menjalani pre test.
Hari pertama, Tim Kerja Farmasi dan Kesehatan Makanan Minuman Dinkes akan memberi materi seputar keamanan pangan, hewan dan pencemar makanan, serta penyakit akibat makanan. Selesai pelatihan, pelaku usaha akan menjalani post test.
Mereka perlu mendapat minimum skor 60 agar lulus pelatihan. Nilai ini menentukan pemberian SLHS. Penilaian tidak berhenti di sini. Dinkes akan meninjau dapur masak dengan membawa lembar check list. Peninjauan ini bernama inspeksi sanitasi.
“Kami lihat alat masaknya, atap juga perlu pakai eternit, dan perlu alat pemadam kebakaran sederhana juga,” katanya.
Ihwal SLHS untuk restoran, cara mengakses dilakukan melalui Asosiasi Pengusaha Jasa Boga Indonesia (APJI) atau Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI). Dinkes akan terlibat sebagai narasumber dengan memberi materi sebagaimana pelatihan SLHS pelaku usaha mikro.
Tunggul juga menyinggung mengenai faktor keamanan pangan yang paling menentukan kesehatan konsumen. Kata dia, bisa jadi dapur dan sarana-prasarana dapur sesuai standar, begitupun dengan karyawan yang sehat, namun tetap ada potensi makanan menimbulkan keracunan.
“Seperti kejadian keracunan makanan di Tempel beberapa waktu lalu. Kami mendatangi dapur; dapurnya sudah sesuai, bagus. Tapi kemungkinan akibat pesanan terlalu banyak, pemilik katering akhirnya menyimpan bahan baku di luar, selain kulkas. Saking banyaknya kan. Akhirnya undercontrol,” ucapnya.
Sebelumnya, Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes Sleman, Khamidah Yuliati, mengatakan total warga yang mengalami gejala keracunan di Tempel mencapai 162 orang. Dari jumlah tersebut, 47 orang menjalani opname dan 115 orang rawat jalan.
Adapun di Mlati ada 42 korban yang menjadi korban keracunan pangan. Lima di antaranya menjalani opname di rumah sakit. Menurut hasil penelitian Balai Laboratorium Kesehatan dan Kalibrasi (BLKK) DIY, ada sampel makanan yang mengandung bakteri Salmonella sp, Bacillus Cereus, dan Escherichia Coli.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hasil Pilur PAW Sleman 2026 di lima kalurahan. Andi Suwarno hingga Totok Jaka Suwarta meraih suara terbanyak.
Empat warga Dadapayu, Semanu, Gunungkidul, positif antraks. Sebanyak 47 orang masuk risiko terpapar dan dipantau selama 60 hari.
Marc Marquez menjadi yang tercepat di FP1 MotoGP Jepang 2026, mengungguli Jorge Martin dan Marco Bezzecchi di Sirkuit Motegi.
Sweet Caroline milik Neil Diamond punya sejarah panjang di arena olahraga. Kini lagu ini ikut terdengar dalam perayaan suporter Timnas Indonesia.
Mario Aji finis P24 di FP1 Moto2 Jepang 2026 dengan waktu 1:48,996 detik. Manuel Gonzalez menjadi yang tercepat.
FAM meminta FIFA menjelaskan perubahan injury time Indonesia vs Bangladesh dari dua menjadi tujuh menit dalam FIFA ASEAN Cup 2026.