Festival Dalang Cilik Kulonprogo Jadi Ajang Regenerasi Seniman Wayang
Festival Dalang Cilik Kulonprogo menjadi ajang regenerasi dalang muda dan pelestarian budaya wayang di kalangan pelajar.
Ilustrasi Penembakan./Antara
Harianjogja.com, KULONPROGO - Jogja Police Watch (JPW) desak pengusutan secara tuntas terhadap kasus penembakan polisi di Lendah, Kulonprogo. Jangan sampai kasus yang pelakunya sudah tertangkap inisial KI, 35 ini berhenti di tengah jalan atau mandeg tidak terungkap ke publik. Apalagi sampai kasusnya dilakukan restorative justice (RJ) atau keadilan restoratif.
Kadiv Humas JPW, Baharuddin Kamba menilai, meskipun korban tidak mengalami luka. Bukan berarti penembakan ini bisa diselesaikan melalui RJ. "Jangan sampai diselesaikan RJ tetap harus diproses hukum pengadilan agar dapat memberikan efek jera bagi pelaku," jelasnya, Minggu (1/6/2025).
Pria yang biasa disapa Kamba ini mengungkapkan, pengusutan tuntas kasus ini juga harus diungkap ke publik. Utamanya berkaitan motif dan asal usul senjata air gun yang diperoleh pelaku. Dia mempertanyakan, air gun yang dimiliki pelaku menjadi pertanyaan besar dari mana mendapatkannya.
"Status kepemilikan air gun pelaku harus dapat diungkap termasuk dari mana pelaku menperolehnya," sambungnya. Pasalnya, memang, kepemilikan air gun harus berizin tidak bisa secara sembarangan dimiliki dan dikuasai.
BACA JUGA: Anggota Brimob Ditembak di Kulonprogo, Pelaku Berhasil Ditangkap
Menurutnya, harus ada pengawasan di media sosial terkait penjualan senjata api termasuk air gun. Tujuannya tentu agar tidak mudah sembarangan orang mendapatkan. "Dan tidak sembaranyan orang bisa memperjual-belikan senpi sekalipun air gun karena jika disalahgunakan bisa melukai orang lain," tuturnya .
Sebelumnya, diketahui, dua orang polisi yang sedang berboncengan mengendarai sepeda motor menjadi sasaran penembakan air gun. Peristiwa tersebut terjadi saat melintas di Jalan Botokan, Jatirejo, Lendah Kulonprogo pada malam hari Sabtu (31/5/2025) pukul 00.30 WIB. Pelakunya KI kini sudah ditangkap polisi.
Kasi Humas Polres Kulonprogo, Iptu Sarjoko menjelaskan, kedua polisi yang sedang berboncengan itu merupakan anggota Resmob Brimob Jogja. Saat sedang melintas, keduanya langsung ditembaki pelaku. "Motif pelaku dan alasannya belum diketahui masih penyelidikan," katanya, Minggu (1/6/2025).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Festival Dalang Cilik Kulonprogo menjadi ajang regenerasi dalang muda dan pelestarian budaya wayang di kalangan pelajar.
SIM keliling Sleman 19 Mei 2026 hadir di Mitra 10, termasuk layanan malam di Sleman City Hall untuk perpanjangan SIM A dan C.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo dorong skrining kesehatan mental siswa usai kasus klitih yang menewaskan pelajar di depan SMAN 3 Jogja.
Jadwal SIM keliling Jogja hari ini hadir di Alun-Alun Kidul dan layanan drive thru di Mal Pelayanan Publik Kota Jogja.
KAI Daop 6 Yogyakarta mencatat 246 ribu penumpang KAJJ selama libur Kenaikan Yesus Kristus, naik 189 persen dari pekan sebelumnya.
Disdik Sleman mulai adaptasi penerapan Bahasa Inggris di SD menjelang kebijakan wajib nasional pada tahun ajaran 2027/2028.