Jumlah Warga Lansia Kota Jogja 16%, Aktivitas dan Kesehatan Jadi Perhatian
Jumlah lansia di Kota Jogja mencapai sekitar 16% pada Juli 2026. DPRD mendorong lansia tetap aktif, sehat, dan rutin bersosialisasi.
Merti Kali Code./Antara-Hendra Nurdiyansyah
Harianjogja.com, JOGJA–Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja akan melakukan normalisasi sungai untuk mengantisipasi banjir. Pemkot Jogja akan berkoordinasi dengan Pemda DIY untuk normalisasi sungai tersebut.
Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo menjelaskan normalisasi sungai akan dimulai pada pekan ketiga Agustus 2025. Teknisnya dengan mengerahkan alat berat untuk mengeruk sedimentasi yang ada di Sungai Code dan Sungai Winongo. Normalisasi sungai tersebut perlu dilakukan lantaran sudah puluhan tahun, sungai-sungai tersebut tidak dikeruk.
“Ini untuk mencegah banjir, karena sekarang [sungai] pendangkalan terus, maka bisa meluap [air sungai] ke [rumah] warga,” katanya, Kamis (7/8/2025).
BACA JUGA: Nelayan Gunungkidul Jadi Pemakai BBM Bersubsidi Terbanyak se-DIY
Dalam waktu dekat, pihaknya akan menentukan lokasi yang digunakan untuk keluar masuk alat berat tersebut. Selain itu, pihaknya juga akan memetakan lokasi tempat pembuangan sedimentasi dari pengerukan sungai tersebut. Sedimentasi tersebut rencananya akan dibuang ke lahan persawahan yang tidak digunakan. Dia pun memastikan tidak ada proses jual beli terhadap sedimentasi tersebut.
Hasto menilai normalisasi sungai juga membuka peluang untuk pendirian wisata berbasis air dengan memanfaatkan aliran sungai yang mengalir di Kota Jogja. Aliran sungai yang melintas di Kota Jogja dari sekitar Jembatan Gondolayu menuju ke Umbulharjo berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai tempat wisata.
Gubernur DIY, Sri Sultan HB X mendukung upaya Pemkot Jogja untuk normalisasi sungai tersebut. Pihaknya bersama dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada di DIY akan berkoordinasi dengan perangkat daerah terkait di Bantul dan Sleman untuk normalisasi sungai tersebut.
BACA JUGA: PPATK: 78 Ribu Penerima Bansos Aktif Bermain Judi Online
Sri Sultan juga menilai ketika sungai telah bersih, maka lingkungan di sekitar sungai tersebut dapat dimanfaatkan sebagai tempat rekreasi yang dapat mendatangkan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.
“Itu kan masih perlu rembugan sama tim tehnis dengan provinsi untuk menyatukan visi bagaimana itu bisa direalisasi dan pembinaannya,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumlah lansia di Kota Jogja mencapai sekitar 16% pada Juli 2026. DPRD mendorong lansia tetap aktif, sehat, dan rutin bersosialisasi.
Polisi membekuk Gembel, spesialis pencuri pompa sumur bor yang terungkap beraksi di 19 TKP di Gunungkidul dan Bantul.
Bupati Magelang Grengseng Pamuji meminta ASN meninggalkan kebiasaan lama dan memperkuat target pembangunan, termasuk kemiskinan dan pengangguran.
Dinkes Kota Jogja mencatat 41 kasus baru HIV hingga triwulan II 2026, turun dibandingkan 118 kasus pada 2024 dan 98 kasus pada 2025.
Pemkab Sleman dan Klaten menyepakati pembagian PBJT Candi Prambanan untuk mengoptimalkan PAD dan pengembangan kawasan wisata.
Lomba menyanyi Manunggal Fair Kulonprogo batal mendadak. Peserta kecewa karena sudah datang dan menyiapkan penampilan.