28 UMKM Kuliner Jogja Ikuti Kurasi, Bidik Pasar Ritel dan Hotel
Sebanyak 28 UMKM kuliner binaan Pemkot Jogja mengikuti kurasi produk untuk meningkatkan kualitas dan membuka akses pasar lebih luas.
Merti Kali Code./Antara-Hendra Nurdiyansyah
Harianjogja.com, JOGJA–Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja akan melakukan normalisasi sungai untuk mengantisipasi banjir. Pemkot Jogja akan berkoordinasi dengan Pemda DIY untuk normalisasi sungai tersebut.
Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo menjelaskan normalisasi sungai akan dimulai pada pekan ketiga Agustus 2025. Teknisnya dengan mengerahkan alat berat untuk mengeruk sedimentasi yang ada di Sungai Code dan Sungai Winongo. Normalisasi sungai tersebut perlu dilakukan lantaran sudah puluhan tahun, sungai-sungai tersebut tidak dikeruk.
“Ini untuk mencegah banjir, karena sekarang [sungai] pendangkalan terus, maka bisa meluap [air sungai] ke [rumah] warga,” katanya, Kamis (7/8/2025).
BACA JUGA: Nelayan Gunungkidul Jadi Pemakai BBM Bersubsidi Terbanyak se-DIY
Dalam waktu dekat, pihaknya akan menentukan lokasi yang digunakan untuk keluar masuk alat berat tersebut. Selain itu, pihaknya juga akan memetakan lokasi tempat pembuangan sedimentasi dari pengerukan sungai tersebut. Sedimentasi tersebut rencananya akan dibuang ke lahan persawahan yang tidak digunakan. Dia pun memastikan tidak ada proses jual beli terhadap sedimentasi tersebut.
Hasto menilai normalisasi sungai juga membuka peluang untuk pendirian wisata berbasis air dengan memanfaatkan aliran sungai yang mengalir di Kota Jogja. Aliran sungai yang melintas di Kota Jogja dari sekitar Jembatan Gondolayu menuju ke Umbulharjo berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai tempat wisata.
Gubernur DIY, Sri Sultan HB X mendukung upaya Pemkot Jogja untuk normalisasi sungai tersebut. Pihaknya bersama dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada di DIY akan berkoordinasi dengan perangkat daerah terkait di Bantul dan Sleman untuk normalisasi sungai tersebut.
BACA JUGA: PPATK: 78 Ribu Penerima Bansos Aktif Bermain Judi Online
Sri Sultan juga menilai ketika sungai telah bersih, maka lingkungan di sekitar sungai tersebut dapat dimanfaatkan sebagai tempat rekreasi yang dapat mendatangkan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.
“Itu kan masih perlu rembugan sama tim tehnis dengan provinsi untuk menyatukan visi bagaimana itu bisa direalisasi dan pembinaannya,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 28 UMKM kuliner binaan Pemkot Jogja mengikuti kurasi produk untuk meningkatkan kualitas dan membuka akses pasar lebih luas.
Gempa Kolombia menewaskan 265 orang dan merusak 53.526 rumah. Presiden Abelardo de la Espriella menetapkan status darurat ekonomi.
DPRD Kulonprogo meminta Pemkab menyiapkan solusi permanen kekeringan, termasuk pemetaan wilayah dan pembangunan sumber air alternatif.
BPKAD Kota Jogja mengembangkan SIAP, sistem pengingat digital untuk mendorong penarikan APBD tepat waktu dan mencegah penumpukan.
Iran menolak menghentikan perang dan membuka Selat Hormuz sebelum AS memenuhi tuntutan terkait perang, aset, dan gencatan senjata.
Ford Australia tarik 13.907 unit Ranger karena side curtain airbag berisiko gagal mengembang. Pengiriman dan test drive dihentikan sementara. Perbaikan gratis m