Dua SPPG di Kulonprogo Masih Disetop, Perizinan Jadi Sorotan
Dua SPPG di Kulonprogo masih disuspend. Pemkab mendorong tertib perizinan dan penguatan SOP program MBG.
Personel Band Karenamereka Herda (tengah) Rolan (kiri) dan Chandra (kanan) saat ditemui, Jumat (15/8/2025)./ Harian Jogja/Khairul Ma'arif
Harianjogja.com, KULONPROGO - Nama band Karnamereka menjadi semakin dikenal usai lagunya berjudul Ayah Ibu booming di media sosial. Di 2025 ini band asli dari Kabupaten Kulonprogo itu memasuki tahun ke-15 dalam berkarya. Di momen tersebut, band yang digawangi tiga orang ini merilis album keempat berjudul Fortune.
Album berisi 16 lagu itu bertemakan perjuangan perjalanan karir Karnamereka serta harapannya ke depan. Selain itu, album keempat itu juga menjadi ajang reunian dengan rekan-rekan personel Karnamereka. "Fortune adalah refleksi dari perjalanan kami sebagai band, tentang keberuntungan yang datang tak terduga, dan juga tantangan yang dihadapi," ujar Vokalis dan Gitaris Karnamereka, Herda saat ditemui, Jumat (15/8/2025).
Dia menjelaskan, lagu andalan di album bari ini berjudul Ayah yang menceritakan meninggalnya bapak Herda. Menurutnya, 2022 menjadi titik balik hidupnya tetapi tidak berselang lama malah ayahnya meninggal dunia. Sebagai menghormati ayah sehingga diciptakan lagu tersebut.
BACA JUGA: Mulai 2026, Setiap Kalurahan di Kulonprogo Bakal Memiliki Lapangan Voli
Herda mengaku, di album Fortune ini sudah berubah dari lagu-lagu pertama mengawali band Karnamereka. "Jauh banget perbedaannya sekarang lagu-lagu tentang pertemanan, perjuangan perjalan hidup dan lirik juga banyak berbeda. Awal-awal kami sangat saklek sebagai band pop punk," imbuhnya. Selama 15 tahun berkarya Karnamereka sudah menghasilkan 63 lagu.
Herda menuturkan, tidak berambisi apapun ke depan untuk pencapaian bersama bandnya. Menurutnya yang ingin dicapai hanya bisa berkarir dengan Karnamereka selama bertahun-tahun sampai tua nanti. "Aku pribadi pencapaiannya kami bertiga sampai 50 tahun masih ngeband dan punk-punkan," ucapnya.
Sementara itu, Basis Karnamereka, Chandra menambahkan, album Fortune baginya bercerita tentang kawan. Lantaran memang bercerita tentang pertemanannya selama berkarir di band Karenamereka. Menurutnya, selama 15 tahun berkarir di Karenamereka dalam proses pembuatan lagu lebih berbeda sekarang ini.
"Lirik lagu semakin ke sini semakin berpikir dalam lirik lagu," jelasnya. Chandra berharap, dengan perilisan album Fortune, Karnamereka ingin bisa berbagi cerita tentang perjuangan, harapan, dan nilai persahabatan kepada para pendengarnya. Tentunya agar setiap pendengarnya tidak putus asa dan lagunya menjadi teman untuk mereka yang sedang berjuang dan memberikan semangat untuk terus maju.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dua SPPG di Kulonprogo masih disuspend. Pemkab mendorong tertib perizinan dan penguatan SOP program MBG.
RUU Perampasan Aset disebut ditolak DPR ramai di media sosial. Pengamat menegaskan pembahasan masih berjalan dan mengingatkan publik agar tidak terjebak hoaks.
Chery Q dijual mulai Rp239,9 juta di GIIAS 2026. Harga promo diperpanjang hingga 9 Agustus dengan pesanan awal melampaui 6.000 unit.
KPK memperketat sistem keamanan data dan akses dokumen perkara usai dugaan kebocoran informasi oleh pegawai internal.
Program MBG dan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih diintegrasikan untuk memperkuat ketahanan pangan dan menggerakkan ekonomi desa.
PMI Sleman mengelola 800 kilogram limbah medis padat setiap bulan. Limbah cair diolah mandiri, sementara DLH rutin melakukan monitoring.