Cuaca Ekstrem Serang Kolam Gurame Sleman, Tebar Benih Diminta Ditunda
Cuaca ekstrem dan musim bediding meningkatkan risiko penyakit ikan di Sleman. Penyuluh meminta pembudidaya menunda tebar benih gurame hingga September atau Okto
Dana Desa. - Ilustrasi Antara
Harianjogja.com, SLEMAN--Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan (PMK) Kabupaten Sleman menyampaikan ada dua kalurahan di Bumi Sembada yang belum mencairkan Dana Desa (DD) Tahap II. Dua kalurahan itu adalah Donokerto dan Bimomartani.
Kepala Dinas PMK Sleman, R. Budi Pramono, mengatakan target pencairan DD Tahap II pada akhir Agustus 2025. Dua kalurahan tersisa, katanya segera mengajukan proses pencairan.
BACA JUGA: Pasokan Beras Medium di Sleman Kembali Lancar
“Jumlah Dana Desa Tahap II yang sudah dicairkan nilainya Rp46 miliar lebih dari 84 kalurahan yang ada,” kata Budi dihubungi, Kamis (21/8/2025).
Pagu DD 2025 untuk Kabupaten Sleman mencapai Rp127,35 miliar. Pagu ini naik sekitar Rp4 miliar dibandingkan 2024 yang hanya Rp123,08 miliar.
DD 2025 terbagi menjadi tiga kategori alokasi. Alokasi Dasar sebesar Rp66,28 miliar; lalu Alokasi Formula Rp57,45 miliar; dan Alokasi Kinerja untuk 14 kalurahan Rp3,61 miliar.
Penggunaan DD tersebut terbagi menjadi 10,9% dari pagu digunakan untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) Desa dan 21,7% digunakan untuk Ketahanan Pangan. Selain itu, sebanyak 14,4% dari pagu digunakan untuk penanganan stunting dan sisanya 53,1% digunakan untuk prioritas lain sesuai kewenangan Desa/Kalurahan.
Lurah Donokerto, R. Waluyo Jati, mengatakan pihaknya masih membelanjakan DD Tahap I. Penyerapannya masih belum 100%. Kata dia, Pemerintah Kalurahan Donokerto sedang mengoptimalkan DD untuk ketahanan pangan.
“Ketahanan pangan kan harus kolaborasi dengan BUMKal Dono Lestari. Setelah analisa usaha bisa disetujui BPKal dan Pemerintah Kalurahan Donokerto, kami akan mencairkan yang tahap II bulan ini. Kami akan gunakan untuk pemeliharaan ikan nila, penanaman cabai, ayam petelur untuk mendukung gizi masyarakat,” kata Waluyo Jati.
Menurut Analis Kebijakan Ahli Muda Dinas PMK Sleman, Ratnaningsih, surat komitmen dukungan APBDesa untuk pembentukan KDMP dan akta pendirian KDMP menjadi tambahan syarat salur DD Tahap II. Syarat ini tercantum dalam Surat Menteri Keuangan RI Nomor S-9/MK/PK/2025.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Cuaca ekstrem dan musim bediding meningkatkan risiko penyakit ikan di Sleman. Penyuluh meminta pembudidaya menunda tebar benih gurame hingga September atau Okto
BPBD DIY memprediksi puncak kekeringan terjadi pada Agustus 2026. Bantul dan Gunungkidul menjadi wilayah paling kritis akibat krisis air bersih.
Dinkes Kota Jogja menargetkan 3.146 anak menerima vaksin HPV pada BIAS 2026. Tahun ini, imunisasi juga menyasar anak laki-laki kelas 5 SD.
DPUPRKP Gunungkidul mencopot bando Selamat Datang Wonosari di Logandeng, Playen karena dinilai membahayakan setelah berusia lebih dari 10 tahun.
Pemprov DIY menetapkan empat kalurahan sebagai percontohan revitalisasi Lumbung Mataraman untuk memperkuat ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi.
Jadwal KRL Solo-Jogja Jumat 31 Juli 2026 tersedia 12 perjalanan. Tarif tetap Rp8.000 dengan layanan dari Palur hingga Yogyakarta.