Lereng Merapi Bersiap Panen Lebih Besar Saat Kebun Kopi Meluas
Pemkab Sleman menargetkan penambahan 110 ha kawasan budidaya Kopi Merapi pada 2026 sebagai bagian dari pengembangan industri kopi dari hulu hingga hiliri.
Foto ilustrasi Zakat Digital - Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sleman meresmikan program Mustahik Berdaya di Restoran Hara Chicken, Kronggahan I, Trihanggo, Gamping, Sleman, Sabtu (1/11/2025).
Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Baznas Sleman dan Hara Chicken dalam upaya memberdayakan ekonomi umat. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua Baznas DIY, Ketua Baznas Sleman, pimpinan Hara Chicken, serta sejumlah pejabat daerah.
Peresmian restoran Hara Chicken Kronggahan menjadi simbol dimulainya kerja sama produktif antara lembaga zakat dan sektor usaha untuk memperkuat kemandirian para mustahik.
Ketua Baznas DIY, Puji Astuti, menjelaskan kerja sama ini dirancang untuk mendorong para mustahik agar dapat mandiri dan kelak menjadi muzakki.
“Melalui restoran ini, sebanyak 20 orang dari keluarga mustahik telah direkrut dan diberi kesempatan untuk bekerja, berkarya, serta menjemput kehidupan yang lebih baik,” ujar Puji.
Ia menambahkan, Baznas berperan sebagai penghubung antara para muzakki dan donatur agar manfaat zakat benar-benar dapat dirasakan masyarakat. “Semoga program ini bisa terus berkembang dan tidak berhenti hanya pada 20 orang saja,” ujarnya.
Ketua Baznas Sleman, H. Nasirun, menambahkan bahwa program Mustahik Berdaya dijalankan dengan dukungan dana zakat sebesar Rp300 juta.
Menurutnya, inisiatif ini bukan hanya pengembangan usaha kuliner, tetapi juga bentuk nyata pengelolaan zakat yang produktif, transparan, dan berdampak sosial.
“Zakat bukan hanya untuk konsumsi, tetapi juga investasi sosial yang berkelanjutan,” tegasnya. Selain meresmikan restoran, Baznas Sleman juga menyalurkan bantuan sosial berupa paket sembako kepada sepuluh warga kurang mampu dan sepuluh anak yatim di wilayah Kronggahan sebagai bagian dari kegiatan tersebut.
“Kami berterima kasih kepada para muzakki dan donatur yang telah mempercayakan pengelolaan ZIS [zakat, infaq, sedekah] kepada Baznas Sleman dan mendukung terselenggaranya acara ini,” ujar Nasirun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Sleman menargetkan penambahan 110 ha kawasan budidaya Kopi Merapi pada 2026 sebagai bagian dari pengembangan industri kopi dari hulu hingga hiliri.
Pembangunan Jembatan Garuda di Gunungkidul bertambah menjadi sembilan titik. Program ini ditargetkan mencapai 11 jembatan pada 2026.
Pemkab Sleman bersama Satgas Pangan Polresta Sleman memperkuat pengawasan stok dan harga bahan pokok guna menjaga stabilitas pasokan pangan di wilayah Sleman.
Penyaluran Dana Penguatan Modal Sleman 2026 mencapai Rp6,3402 miliar atau 32,31% dari total plafon Rp19,625 miliar.
Program padat karya di Gunungkidul digelar di 65 titik pada 2026 dengan anggaran Rp100-200 juta per lokasi untuk membuka lapangan kerja dan meningkatkan ekonomi
BMKG mengimbau pengelola PLTA mengantisipasi lonjakan beban listrik selama El Nino. Fenomena ini diperkirakan mencapai puncak pada Desember 2026 hingga Januari