Dana Terbatas, Perbaikan Jalan Kawasan Industri Semin Tahun Ini Hanya 230 Meter
Perbaikan jalan rusak di KPI Candirejo, Semin, Gunungkidul, tahun ini hanya 230 meter dengan anggaran Rp974,6 juta.
Foto ilustrasi bantuan sosial (bansos), dibuat menggunakan Artificial Intelligence/AI.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Memasuki akhir tahun, banyak bantuan sosial (bansos) yang digelontorkan ke masyarakat. Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Sosial P3A) Gunungkidul mencatat ada tiga bansos yang digelontorkan pada November ini.
Bantuan itu terdiri dari Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS) Kesejahteraan Rakyat dan bansos beras dan minyak. Selain itu, juga ada penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) untuk petani tembakau di Bumi Handayani.
Kepala Bidang Kesejahteraan Sosial, Dinas Sosial P3A Gunungkidul, Suyono, mengatakan, di akhir tahun banyak bansos yang digelontorkan ke masyarakat. Sebagai contoh, pada Oktober lalu ada penyaluran PKH dan Bantuan Pangan Non Tunai kepada keluarga penerima manfaat untuk termin keempat 2025.
Selanjutnya, pada November ini, ia mencatat tak kurang dari tiga bansos yang mulai disalurkan ke masyarakat. Bantuan pertama merupakan BLTS Kesra, dengan nominal bantuan sebesar Rp300.000 per bulan.
Total penerima bantuan ini sebanyak 82.509 keluarga penerima manfaat. “Bantuan diberikan untuk tiga bulan sehingga penerima manfaat memperoleh Rp900.000 yang disalurkan melalui bank ke Kartu Merah Putih milik warga,” kata Suyono, Kamis (6/11/2025).
Adapun bantuan kedua adalah bansos beras dan minyak. Penyaluran bansos beras dan minyak goreng ini akan disalurkan oleh Bulog.
Meskipun demikian, pihaknya belum bisa memastikan kapan waktu pencairan, tetapi sesuai instruksi dari Pemerintah Pusat, harus disalurkan di November ini. Total penerima bantuan sebanyak 94.426 keluarga penerima manfaat.
“Untuk bantuan yang diberikan, ada beras seberat 20 kilogram dan minyak empat liter bagi setiap keluarga penerima manfaat,” katanya.
Bansos ketiga yang dicairkan November ini adalah BLT DBH-CHT. Bantuan diberikan kepada warga yang bekerja di sektor pertembakauan, mulai dari petani atau buruh di pertanian tembakau. Selain itu, penerima harus masuk dalam Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) atau memiliki Surat Keterangan Tidak Mampu yang dikeluarkan dari kalurahan setempat.
“Besaran bantuan Rp600.000 per penerima manfaat,” katanya.
Sekretaris Dinas Sosial P3A Gunungkidul, Hadi Hendro Prayogo, mengatakan, penyaluran bansos sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan serta untuk pengentasan kemiskinan. Kecuali bansos beras dan minyak, pemberian bantuan disalurkan langsung ke rekening milik penerima manfaat.
“Contohnya, untuk BLT cukai tembakau ada 1.305 penerima manfaat, bantuan langsung ke rekening. Berhubung disalurkan oleh Bank Daerah Gunungkidul (BDG), maka masuk rekening penerima manfaat di bank tersebut,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Perbaikan jalan rusak di KPI Candirejo, Semin, Gunungkidul, tahun ini hanya 230 meter dengan anggaran Rp974,6 juta.
Eatsambel memperluas distribusi ke 41 jaringan ritel modern di Jabodetabek dan menargetkan pertumbuhan bisnis 200% pada 2027.
Dinkominfo Kabupaten Pekalongan studi banding ke Bantul untuk mempelajari Satu Data Indonesia, statistik sektoral, geospasial, dan keamanan informasi.
Operasi Patuh Progo 2026 di Gunungkidul berlangsung 26 Oktober–8 November. Simak delapan sasaran penindakan dan pembagian sanksi pelanggaran.
DPRD Kulonprogo menilai retribusi digital Pantai Glagah masih berpotensi bocor. CCTV dan pengawasan pengunjung dinilai perlu diperkuat.
Cinema Day 2026 digelar 27 Oktober dengan tiket bioskop reguler maksimal Rp25.000. Cek harga CGV, Cinema XXI, Cinepolis, dan ketentuannya.