Kasus KDRT Masih Mendominasi Meski Kekerasan di Sleman Turun
Kasus kekerasan di Sleman turun menjadi 286 pada 2025, namun KDRT masih mendominasi. Pemkab memperkuat pencegahan melalui keluarga dan RBI.
Ilustrasi. /Solopos-Sunaryo Haryo Bayu
Harianjogja.com, SLEMAN—Menjelang Nataru, Sleman meningkatkan mitigasi potensi genangan di jalur mudik. BPBD, Dishub, dan DPUPKP memperkuat koordinasi agar perjalanan tetap lancar di tengah cuaca basah.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Sleman, R. Haris Martapa, mengatakan tidak ada langkah khusus dalam persiapan akhir tahun, namun masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terutama saat hujan deras.
“Masyarakat silakan beraktivitas secara terukur. Jika hujan deras dan terjadi kerumunan, perlu ada manajemen yang baik,” ujar Haris saat ditemui di Balai RW 04 Padukuhan Timbulrejo, Maguwoharjo, Senin (17/11/2025) malam.
Ia menegaskan BPBD tidak dapat menangani potensi bencana secara mandiri. Karena itu, koordinasi terus dilakukan dengan berbagai pihak, mulai dari Dinas Perhubungan (Dishub), Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP), hingga kepolisian.
“Untuk jalur mudik, kewaspadaan utama adalah saat hujan deras. Genangan tinggi bisa memicu kemacetan,” ujarnya.
Pelaksana Bidang Angkutan dan Keselamatan Lalu Lintas Dishub Sleman, Nartokyo, menyampaikan pihaknya telah melakukan empat survei jalur alternatif dan masih menyisakan dua survei lagi. Sejumlah ruas yang telah dicek meliputi Tempel–Prambanan, Minggir, Moyudan, serta Pakem–Kalasan–Ngemplak–Prambanan.
“Secara umum, jalur alternatif berada dalam kondisi baik. Jalan Wates sampai Batas Kota juga relatif aman,” katanya.
Dishub masih memetakan jalur pengendali atau pengurai kemacetan apabila jalur utama terdampak genangan air akibat hujan. Jalur pengurai ini dinilai penting untuk menjaga kelancaran mobilitas masyarakat.
Terkait jalur wisata, Dishub akan memulai pemetaan beberapa hari ke depan dengan fokus pada destinasi unggulan seperti Kaliurang, Prambanan, Breksi, serta jalur menuju Malioboro.
Sementara itu, Kepala Bidang Cipta Karya DPUPKP Sleman, Haryadi Widodo, menyebut pihaknya akan menerjunkan tim untuk membersihkan kawasan rawan genangan, terutama di wilayah perkotaan Sleman, guna mengantisipasi hambatan aliran air saat hujan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus kekerasan di Sleman turun menjadi 286 pada 2025, namun KDRT masih mendominasi. Pemkab memperkuat pencegahan melalui keluarga dan RBI.
BMKG mengimbau pengelola PLTA mengantisipasi lonjakan beban listrik selama El Nino. Fenomena ini diperkirakan mencapai puncak pada Desember 2026 hingga Januari
Mendagri Tito Karnavian menyebut aturan gaji kepala daerah yang berlaku sejak 2000 akan direvisi agar lebih sesuai dengan kondisi ekonomi dan kinerja daerah.
Pemkot Jogja akan menertibkan plang Jalan Malioboro yang dipasang tanpa izin resmi. Plang dekorasi tetap diperbolehkan selama bukan berfungsi sebagai rambu ja
AS menjatuhkan sanksi kepada dua perusahaan Iran dan delapan kapal tanker terkait dugaan skema pemerasan kapal di Selat Hormuz.
Delegasi DUN Sabah mempelajari tata kelola Keistimewaan DIY dan Dana Keistimewaan sebagai rujukan kewenangan khusus pemerintahan daerah.