Normalisasi Jalan Selokan Mataram Sleman Dilanjutkan, 11 Lahan Dibebaskan
Normalisasi Jalan Selokan Mataram Sleman dilanjutkan. Sebanyak 11 bidang lahan akan dibebaskan pada 2027 untuk pelebaran jalan.
Foto ilustrasi menu Makan Bergizi Gratis, dibuat menggunakan Artificial Intelligence (AI).
Harianjogja.com, SLEMAN—Pemkab Sleman melakukan uji laboratorium kandungan nitrat dan nitrit pada sayuran setelah muncul dugaan keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kepala Bidang Hortikultura dan Perkebunan Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DP3) Sleman, Eko Sugianto Ngadirin, mengatakan pihaknya telah mengambil sampel komoditas pertanian untuk diuji kandungan nitrat dan nitritnya pada Rabu (26/11/2025).
DP3 Sleman telah menghubungi beberapa laboratorium pangan, baik di Universitas Gadjah Mada (UGM), Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DIY, maupun Lab Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH).
“Namun, laboratorium itu belum bisa menguji kandungan nitrat dan nitrit pada komoditas sayuran. Kami mendapat rekomendasi untuk menguji ke Sucofindo di Bogor,” kata Eko saat dihubungi pada Jumat (28/11/2025).
Meskipun demikian, uji laboratorium juga masih belum dilakukan lantaran DP3 Sleman perlu mengambil sampel segar lagi. Sejumlah sampel seperti sayuran muda mengalami kerusakan.
“Lokasi sampel kami ambil di titik kumpul sayuran Pakem yang hasil panen sayurannya berasal dari Kapanewon Sleman dan Ngaglik,” ujarnya.
Plt. Kepala DP3 Sleman, Rofiq Andriyanto, mengatakan uji laboratorium juga dilakukan melalui Bidang Ketahanan Pangan.
Uji kandungan bahan kimia pada komoditas pangan sebenarnya telah DP3 lakukan pada Agustus 2025. Hanya, uji kandungan ini fokus pada residu pestisida pada bahan segar yang menjadi bahan baku menu MBG di lima Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Hasil uji laboratorium terhadap sampel segar seperti buah, sayur, beras, bawang merah, dan bawang putih menunjukkan hasil yang aman. DP3 tidak menentukan sampel yang akan diuji. Pengambilan sampel menyesuaikan bahan segar yang dimiliki SPPG sebelum dilakukan proses pengolahan.
Bupati Sleman, Harda Kiswaya, meminta ada pembuktian atas klaim kandungan nitrit pada komoditas pertanian Sleman melalui uji laboratorium.
“Saya tidak ingin memberi tanggapan. Silakan uji laboratorium untuk memastikan kandungan nitrit itu,” kata Harda saat ditemui di Ruang Rapat Paripurna DPRD Sleman, Kamis (27/11).
Sebelumnya, Kepala Pusat Studi Pangan dan Gizi (PSPG) UGM, Profesor Sri Raharjo, menyampaikan memang ada kaitan antara penggunaan pupuk nitrogen (Urea dan/atau NPK) berlebihan dengan potensi keracunan makanan. Pupuk nitrogen yang diaplikasikan secara berlebihan dapat meningkatkan akumulasi nitrat pada tanaman, yang kemudian terkonversi menjadi nitrit.
Buah-buahan yang termasuk keluarga labu-labuan (Cucurbitaceae) seperti semangka dan mentimun merupakan tanaman yang sangat efisien menyerap nitrat dari tanah, terutama jika pemupukan berlebihan.
“Intinya, untuk memastikan kebenaran klaim penyebab keracunan makanan MBG akibat nitrit, perlu dilakukan pengukuran kadar nitrit pada sampel sayuran atau buah yang disajikan dalam menu,” ujar Sri Raharjo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Normalisasi Jalan Selokan Mataram Sleman dilanjutkan. Sebanyak 11 bidang lahan akan dibebaskan pada 2027 untuk pelebaran jalan.
HP hilang di kereta? Segera kunci perangkat, lacak lokasi, amankan akun, hubungi operator, dan hapus data jika diperlukan.
Bank BPD DIY kembali menggelar Malioboro Run 2026 bertema Culture on Track dengan lebih dari 8.000 peserta dan rute yang melewati sejumlah ikon budaya Jogja
Mahasiswa UII mengembangkan RespiraTB, wearable berbasis sensor accelerometer untuk skrining awal gejala TBC secara real-time.
Klasemen medali Asian Games 2026 terbaru, Indonesia berada di peringkat 14 dengan 5 emas, 8 perak, dan 22 perunggu.
Hasil UEFA Nations League 2026/2027: Belgia menang 3-0 atas Türkiye, Polandia 6-0 Rumania, Prancis ditahan Italia 1-1.