Kemarau, DLH Sleman Waspadai Kebakaran di TPST dan Transfer Depo
Volume sampah Sleman mencapai 15.429 ton hingga pertengahan September 2026. DLH mewaspadai risiko kebakaran saat musim kemarau.
Potret pembangunan Tol Jogja-Bawen Seksi 1 Junction Sleman-SS Banyurejo di Kapanewon Tempel pada Rabu (26/2/2025)./Harian Jogja -- Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, SLEMAN— Kepolisian Sektor (Polsek) Mlati bersama pengelola proyek pembangunan jalan tol resmi melarang masyarakat beraktivitas di sekitar area konstruksi selama bulan Ramadan. Kebijakan ini diterapkan untuk meminimalkan risiko kecelakaan kerja sekaligus mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Kapolsek Mlati, Edy Mulyono, mengatakan saat ini terdapat dua proyek strategis nasional yang tengah dikerjakan secara intensif di wilayah Mlati, yakni Tol Jogja–Solo dan Tol Jogja–Bawen.
Meski masih dalam tahap konstruksi, kawasan proyek tersebut kerap dimanfaatkan warga, terutama kalangan remaja, sebagai tempat berkumpul atau ngabuburit menjelang waktu berbuka puasa.
“Kami masih menemukan masyarakat yang sekadar nongkrong di area proyek. Karena itu kami memberikan imbauan tegas agar tidak ada aktivitas berbahaya seperti bermain petasan, balap liar, tawuran, hingga penggunaan knalpot brong yang meresahkan,” ujar Edy saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Minggu (22/2/2026).
Untuk mencegah potensi kerawanan, Polsek Mlati telah menginstruksikan jajarannya meningkatkan intensitas patroli rutin. Pengawasan difokuskan pada jam-jam rawan, terutama setelah waktu Subuh hingga sekitar pukul 06.00 WIB, yang kerap menjadi waktu berkumpulnya anak-anak muda di sekitar proyek.
Menurut Edy, langkah preventif tersebut dilakukan demi keselamatan masyarakat. Area proyek tol dinilai sangat berbahaya bagi warga sipil karena masih banyak alat berat yang beroperasi serta material konstruksi yang berpotensi menimbulkan kecelakaan fatal.
“Masyarakat perlu menyadari bahwa ini merupakan area konstruksi aktif. Mobilisasi alat berat masih berlangsung dan kondisi lapangan belum sepenuhnya aman. Kehadiran warga di lokasi tersebut sangat berisiko bagi keselamatan,” tegasnya.
Ia berharap masyarakat dapat mematuhi imbauan tersebut demi menjaga keselamatan bersama serta menciptakan situasi Ramadan yang aman dan kondusif di wilayah Sleman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Volume sampah Sleman mencapai 15.429 ton hingga pertengahan September 2026. DLH mewaspadai risiko kebakaran saat musim kemarau.
Pemkab Sleman membuka Sleman Creative Weeks #6 untuk memperkuat ekonomi kreatif dan ekosistem seni budaya hingga Oktober 2026.
Basral Graito memilih menikmati pertandingan untuk menjaga fokus di Asian Games 2026 dan bersiap tampil di World Skate Paraguay.
DPRD Jateng menerima informasi 19 titik pengeboran geotermal dan meminta ESDM serta PLN menemui warga di sekitar Gunung Ungaran.
Polda Banten membongkar sindikat penyalahgunaan solar subsidi di Serang. Polisi menyita 1.000 liter solar dan menetapkan dua tersangka.
Pura Jagat Natha resmi berdiri di kawasan Alun-alun Kota Magelang. Kehadirannya melengkapi rumah ibadah lintas agama di kawasan tersebut.