DPRD Gunungkidul Segera Bahas 3 Raperda Baru, Ini Daftarnya
DPRD Gunungkidul segera membahas tiga Raperda baru tentang rokok, pariwisata, dan jaminan sosial ketenagakerjaan.
Kondisi longsor di Tanjakan Clongop di Kalurahan Watugajah, Gedangsari, Kamis (26/3/2026). istimewa BPBD Gunungkidul
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Jalur utama penghubung Kabupaten Gunungkidul dengan Klaten kembali lumpuh total setelah tebing di kawasan Tanjakan Clongop, Kalurahan Watugajah, Kapanewon Gedangsari, mengalami longsor pada Kamis (26/3/2026) dini hari.
Material longsor berupa bongkahan batu besar dan tanah menutup seluruh badan jalan, sehingga akses transportasi warga di perbatasan wilayah tersebut terhenti sementara.
Insiden ini merupakan kejadian keempat dalam kurun waktu kurang dari satu bulan di titik yang sama. Meskipun upaya mitigasi seperti pemlesteran tebing dengan cor beton telah dilakukan, kondisi tanah yang labil serta intensitas hujan deras yang tinggi membuat struktur lereng tidak mampu menahan beban material.
“Dalam dua hari ini sudah terjadi dua kali longsor. Total dalam waktu kurang dari sebulan ada empat kali longsor di titik yang sama,” terang Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gunungkidul, Edy Winarya, saat memberikan keterangan pada Kamis siang.
Edy menjelaskan bahwa status jalan tersebut merupakan wewenang Pemerintah DIY (Jalan Provinsi), sehingga langkah penanganan permanen sepenuhnya bergantung pada kebijakan tingkat provinsi. Saat ini, personel gabungan baru bisa melakukan pembersihan material agar jalan dapat segera dilalui kembali, namun ancaman longsor susulan masih sangat tinggi.
“Solusinya kami serahkan ke Pemerintah DIY karena status jalan milik provinsi. Longsor susulan masih sangat mungkin karena di atas tebing masih ada rekahan yang dapat longsor kapan saja,” tambah Edy.
Ia bersyukur tidak ada korban jiwa dalam rentetan kejadian ini, meskipun material batu yang jatuh berukuran cukup besar dan sangat membahayakan pengendara.
Sementara itu, Panewu Gedangsari, Eko Krisdiyanto, mengimbau para pengguna jalan untuk sementara waktu menghindari jalur Tanjakan Clongop, terutama saat cuaca mendung atau terjadi hujan lebat.
Pengendara disarankan mencari rute alternatif yang lebih aman guna meminimalkan risiko terjebak material longsor di area perbukitan tersebut.
“Bisa lewat Jelok di Kalurahan Watugaluh atau jalur Serut. Sebenarnya, kalau tidak hujan jalur Clongop tetap aman dilewati,” jelas Eko.
Pihaknya terus berkoordinasi dengan instansi terkait agar pembersihan material dilakukan secara cepat setiap kali terjadi longsor guna menjaga kelancaran aktivitas ekonomi warga di wilayah Gedangsari.
Foto istimewa BPBD Gunungkidul
Kondisi longsor di Tanjakan Clongop di Kalurahan Watugajah, Gedangsari, Kamis (26/3/2026). istimewa BPBD Gunungkidul
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul segera membahas tiga Raperda baru tentang rokok, pariwisata, dan jaminan sosial ketenagakerjaan.
KPK memanggil Menteri ATR/BPN Nusron Wahid sebagai saksi kasus dugaan korupsi pengurusan HGB PT Summarecon Agung di Kabupaten Bogor.
Pemkab dan DPRD Bantul memperkuat edukasi perda bagi siswa SMP untuk mencegah minuman beralkohol, narkoba, dan persoalan sosial sejak dini.
BMKG menyebut gempa M5,0 di Lombok Barat dipicu deformasi batuan dalam lempeng. Guncangan terasa hingga Bali dan tidak berpotensi tsunami.
Jadwal KSPN Jogja Rabu 7 Oktober 2026 dari Malioboro ke Obelix Sea View dan Pantai Drini, dengan tarif mulai Rp12.000.
Seniman lintas negara terdiri Indonesia, Malaysia, dan Singapura berkolaborasi menghadirkan dua pertunjukan tentang warisan budaya bersama di Yogyakarta.