Musim Ubur-Ubur Tiba Wisatawan Pantai Glagah Perlu Waspada
Dua anak tersengat ubur-ubur api di Pantai Glagah. Wisatawan diminta waspada karena musim kemunculan rawe masih berlangsung hingga Agustus.
Wakil Bupati Kulonprogo, Ambar Purwoko (kiri) saat meninjau kegiatan proyek Sekolah Rakyat di Kalurahan Gulurejo, Rabu (15/4/2026). /Istimewa.
Harianjogja.com, KULONPROGO— Progres pembangunan Sekolah Rakyat di Kalurahan Gulurejo, Kapanewon Lendah, terus dipacu agar bisa mulai digunakan pada Juli 2026. Hingga pertengahan April, capaian fisik proyek disebut telah menyentuh sekitar 45 persen.
Wakil Bupati Kulonprogo, Ambar Purwoko, yang meninjau langsung lokasi pembangunan, menyatakan optimistis proyek berjalan sesuai rencana dan siap beroperasi tepat waktu.
“Kami melihat secara langsung progresnya sangat bagus dan sesuai harapan. Targetnya, bulan Juli nanti sudah bisa beroperasi untuk kegiatan sekolah,” ujarnya, Rabu (15/4/2026).
Kapasitas Besar untuk Semua Jenjang
Sekolah Rakyat ini diproyeksikan menjadi yang terbesar di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dengan kapasitas hingga 1.080 siswa. Layanan pendidikan yang disiapkan mencakup jenjang SD, SMP, hingga SMA dalam satu kawasan terpadu.
Pembangunan tidak hanya difokuskan pada gedung utama, tetapi juga sarana pendukung untuk menunjang operasional sekolah secara menyeluruh.
Percepatan Dikejar hingga Juni
Kepala Seksi Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kulonprogo, Wahyu Widyanto Senoaji, menyebut proses pembangunan berjalan cepat dan terkoordinasi.
"Diharapkan bulan Juni secara fisik sudah siap sehingga Juli bisa beroperasi. Kami memiliki strategi percepatan, bahkan dari pihak Satker sudah menambah personel. Fokus kami menyeluruh, semuanya dikerjakan secara serentak, baik dari fasilitas SD, SMP, SMA, hingga sarana penunjang operasionalnya. Alhamdulillah sejauh ini tidak ada kendala," jelasnya.
Percepatan ini juga diiringi penerapan standar keselamatan kerja yang ketat guna memastikan kualitas bangunan tetap terjaga.
Fokus Putus Rantai Kemiskinan
Ambar menegaskan pembangunan Sekolah Rakyat bukan sekadar proyek fisik, melainkan bagian dari strategi memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.
“Harapan dari berdirinya sekolah ini adalah wujud nyata peran serta pemerintah daerah untuk memastikan tidak ada lagi anak-anak yang putus sekolah. Ini adalah salah satu upaya dan cara kita memotong mata rantai kemiskinan. Mari bersama-sama kita dukung program pemerintah ini untuk mencerdaskan kehidupan bangsa,” tegasnya.
Kehadiran Sekolah Rakyat di wilayah Lendah diharapkan menjadi solusi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus membuka akses pendidikan yang lebih merata bagi masyarakat Kulonprogo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dua anak tersengat ubur-ubur api di Pantai Glagah. Wisatawan diminta waspada karena musim kemunculan rawe masih berlangsung hingga Agustus.
Disperindag Sleman mengawasi depot air minum isi ulang di Prambanan untuk menjamin keamanan produk menjelang musim kemarau.
Yuliantono resmi memimpin Karang Taruna Kota Jogja periode 2026-2031 usai menerima SK dari Pengurus Nasional melalui Wamensos.
Bantul Creative Expo 2026 menargetkan omzet Rp2,367 miliar dan 110.000 pengunjung selama 1-9 Agustus di Stadion Sultan Agung Bantul.
Petani tembakau Temanggung meminta perlindungan DPR terkait rancangan aturan kadar nikotin dan tar yang dinilai berdampak pada usaha mereka.
Pemkab Sleman menggelar sosialisasi antikorupsi untuk memperkuat integritas ASN dan mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih.