Ibarbo hingga Cimory Siapkan Wisata Buatan di Gunungkidul, Ini Lokasinya
Wisata buatan Gunungkidul bakal bertambah. Tiga investor menyiapkan proyek di Kelok 23, Pantai Baron, dan Patuk.
Ilustrasi warga mengambil air di sumber mata air karena kekeringan./Harian Jogja-Kusnul Isti Qomah
Harianjogja.com, BANTUL -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul terus mendata wilayah yang mengalami kekeringan selama musim kemarau. Hingga saat ini, sudah ada dua desa yang mengajukan bantuan air bersih.
Desa yang mengajukan bantuan di antaranya, Desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri dan Desa Munthuk, Kecamatan Dlingo. Kepala Pelaksana BPBD Bantul Dwi Daryanto mengatakan, selain Desa Wukirsari dan Munthuk, belum ada desa lain yang mengajukan bantuan air bersih. “Meski belum banyak yang meminta, kami tetap siap siaga untuk menyalurkan bantuan,” katanya, Senin (2/7/2018).
Dia menjelaskan puncak kemarau di tahun ini diprediksi terjadi di September mendatang. Saat memasuki masa puncak, desa-desa yang selama ini menjadi langgangan kekeringan akan banyak meminta bantuan pengiriman air bersih.
“Kalau saat ini baru dua desa. Untuk Wukirsari diajukan awal Mei, sedang untuk Munthuk dilakukan akhir Juni ini,” katanya.
Untuk bantuan air bersih, Pemkab sudah mengalokasikan anggaran sekitar Rp75 juta. Diharapkan desa-desa yang menginginkan bantuan membuat surat resmi yang ditandatangani kepada desa setempat. Permintaan resmi dibuat, selain untuk laporan pertanggungjawaban pelaksanaan program, juga sebagai upaya agar bantuan yang diberikan tidak tumpah tindih sehingga tepat sasaran.
“Kapan-kapan dibutuhkan, kami siap memberikan air bersih, tetapi dengan catatan ada permintaan resmi dari desa,” katanya.
Dikatakan Dwi, untuk penanganan kekeringan tidak hanya dilakukan BPBD. Namun juga melibatkan instansi lain seperti tagana, PMI, PDAM hingga instansi swasta yang sering memberikan bantuan air bersih kepada masyarakat.
“Selain program dropping air, penanganan kekeringan juga melalui pamsimas dengan pembuatan sumur bor yang dikoordinasikan dengan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman,” jelasnya.
Direktur PDAM Bantul Yudi Indarto mengatakan kebutuhan air di musim kemarau akan meningkat. Meski demikian, para pelanggang tidak perlu khawatir karena pasokan air yang dimiliki masih sangat mencukupi.
Menurut dia, untuk menjamin ketersediaan pasokan, selain pemeliharaan rutin terhadap instalasi jaringan dan mesin pompa, PDAM juga akan mengoptimalkan mesin pompa yang dimiliki. Biasanya, kata Yudi, pada saat musim penghujan, mesin pompa hanya beroperasi selama 18 jam. Namun pada saat kemarau akan dioperasikan selama 24 jam non setop. “Kami optimalkan sehingga pasokan ke pelanggan tetap lancar,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Wisata buatan Gunungkidul bakal bertambah. Tiga investor menyiapkan proyek di Kelok 23, Pantai Baron, dan Patuk.
Survei Ipsos menempatkan Indonesia di posisi kedua dunia dalam kepuasan kehidupan asmara dengan skor 85, hanya di bawah Thailand.
Polresta Sleman mengonfirmasi Transhome telah melaporkan kebakaran ke Polsek Berbah. Penyebab dan kerugian masih dalam penyelidikan.
Presiden FIFA Gianni Infantino memuji Indonesia sebagai tuan rumah FIFA ASEAN Cup dan berharap turnamen serupa kembali digelar di kawasan ASEAN.
Apple dikabarkan menyiapkan acara 13 Oktober 2026 untuk memperkenalkan smart home hub, HomePod mini 2, dan Apple TV 4K baru.
Punya dua nomor BPJS Ketenagakerjaan setelah pindah kerja? Simak cara menggabungkan saldo JHT melalui JMO dan layanan BPJS Ketenagakerjaan.