Alumni Jepang Bentuk KAWAN JAPAN, Bidik Wirausahawan Baru
Alumni Jepang membentuk KAWAN JAPAN di Sleman untuk memperkuat jejaring dan mendorong lahirnya wirausahawan baru di Indonesia.
Penyaluran bantuan air bersih di Dusun Sumbersari, Desa Banjarasri, Kecamatan Kalibawang, Selasa (4/9/2018).Harian Jogja-Beny Prasetya
Harianjogja.com, JOGJA- Potensi bencana kekeringan menjadi perhatian utama selama musim kemarau ini. BPBD DIY akan melakukan pemetaan kebutuhan dropping air bersih bagi masyarakat.
Kepala BPBD DIY Biwara Yuswantara mengatakan dalam waktu dekat BPBD DIY akan melakukan rapat koordinasi dengan BPBD kabupaten dan kota untuk mengantisipasi terjadinya potensi kekeringan di wilayah DIY. Rakor juga akan memetakan kebutuhan dan potensi wilayah yang mengalami kekeringan berdasarkan data tahun lalu.
"Ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi bencana kekeringan. Berapa titik dan kebutuhan droping airnya. Masih akan kami rapatkan," katanya di Hotel Eastparc Jogja, Kamis (25/4/2019).
Dia berharap ke depan ada solusi untuk terus mengurangi kasus kekeringan di wilayah DIY. Menurutnya untuk jangka panjang mestinya ke depan titik-titik yang membutuhkan langkah terencana dan komprehensif.
"Bagaimana sumber air bisa dimanfaatkan dan bisa diakses oleh masyarakat. Jadi jangan hanya droping air. Kami akan telaah dan usulkan ke Pusat," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Alumni Jepang membentuk KAWAN JAPAN di Sleman untuk memperkuat jejaring dan mendorong lahirnya wirausahawan baru di Indonesia.
Kecelakaan lalu lintas di Kulon Progo turun 44,4% pada pekan pertama Operasi Patuh Progo 2026. Polisi mencatat 15 kejadian.
DPRD DIY mengusulkan pembentukan BUMD khusus pengelola aset daerah untuk meningkatkan PAD di tengah keterbatasan fiskal.
EHEF 2026 menghadirkan 90 kampus Eropa dari 14 negara di UGM pada 4 November. Pengunjung bisa mencari informasi kuliah dan beasiswa gratis.
Inflasi DIY Oktober 2026 mencapai 0,27%. Harga cabai merah, tomat, beras, hingga biaya perguruan tinggi menjadi penyumbang utama.
AKBP Netty Rosdiana mengajukan pengunduran diri dari Polri per 1 September 2026. Ini alasan dan rencana aktivitasnya setelah mundur.