Advertisement
Cegah penyalahgunaan Narkoba, Mantan Pengguna Jaring Siswa
Advertisement
[caption id="attachment_384500" align="alignleft" width="370"]http://www.harianjogja.com/baca/2013/03/03/cegah-penyalahgunaan-narkoba-mantan-pengguna-jaring-siswa-384499/sabusabu-2" rel="attachment wp-att-384500">http://images.harianjogja.com/2013/03/sabusabu-370x267.jpg" alt="" width="370" height="267" /> ilustrasi[/caption]
Advertisement
SLEMAN-Mantan pecandu dan pengguna narkoba di DIY kini sedang konsentrasi untuk mengajak anggota baru, khususnya para siswa. Langkah itu dilakukan, karena banyak siswa di DIY yang mulai menjadi pecandu obat-obatan, seperti pil koplo.
Koordinator Persaudaraan Korban Napza Yogyakarta (PKNY) David Ariyanto mengatakan, selama ini masih banyak siswa yang terjerat obat-obatan. Bahkan, mereka sudah mengetahui campuran obat-obatan menjadi obat bius berbahaya.
"Menariknya mereka seperti apoteker saja. Untuk itu kami ingin menjaring mereka agar bisa sembuh dari kecanduan pil koplo itu. Termasuk memutus jaring oplosan obat-obatan yang belum jelas kegunaannya itu," kata David pada Harianjogja.com, beberapa waktu lalu.
Menurut David, pil koplo yang diracik sendiri dengan cara coba-coba memiliki dampak yang lebih mengerikan, bahkan bisa membuat tubuh bisa cacat permanen.
"Masih banyak obat-obatan yang dijual tanpa resep dokter namun bisa dibuat menjadi semacam obat penenang. Dari coba-coba ini yang membuat mereka bisa membahayakan hidup mereka sendiri," jelas David.
Untuk bisa mengumpulkan siswa, kata David masih sulit dilakukan. Mereka kebanyakan masih malu untuk mengakui dan masih terjebak dalam gengsi pribadi.
"Sebab kebanyakan pengguna pil koplo ini awalnya anak yang kurang percaya diri. Mereka hanya ingin diakui dimasyarakat dan teman sebayanya. Setelah mendapat pengakuan mereka akhirnya terjebak dilingkungan itu selamanya," tukas David.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Diawali dari Langgur, Cerita Wisata Kepulauan Kei Dimulai
Advertisement
Berita Populer
- Kotak Mirip Pocong Gegerkan Warga Kulonprogo, Polisi: Bukan Bayi
- Pasar Sentul Sepi, Wali Kota Jogja Pastikan Retribusi Dipotong
- Bantul Targetkan 98 SPPG, 82 Unit Telah Layani Program MBG
- Keraton: Prosesi Labuhan Parangkusumo Dilaksanakan Abdi Dalem
- Teras Merapi Glagaharjo Legal, Sasar Sambungkan Rute Jip Merapi
Advertisement
Advertisement




