Limbah Tahu Dimanfaatkan Warga Kulonprogo untuk Biogas

13 Juni 2013 14:31 WIB Redaksi Solopos Kulonprogo Share :

[caption id="attachment_415403" align="alignleft" width="370"]http://www.harianjogja.com/baca/2013/06/13/limbah-tahu-dimanfaatkan-warga-kulonprogo-415402/tahu-pembuatan-tahu-ilustrasi-antara" rel="attachment wp-att-415403">http://images.harianjogja.com/2013/06/tahu-PEMBUATAN-TAHU-ILUSTRASI-antara-370x245.jpg" alt="" width="370" height="245" /> Foto Ilustrasi
JIBI/Harian Jogja/Antara[/caption]

KULONPROGO-Sebanyak 20 kepala keluarga di Dusun Wonobroto, Kabupaten Kulonprogo memanfaatkan biogas dari instalasi pengelolaan air limbah tahu untuk memasak sehingga sejak enam bulan terakhir tidak lagi membeli elpiji.

Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tahu di Wonobroto Priyo Utomo di Kulon Progo, Kamis, mengatakan biogas IPAL tahu ini merupakan bantuan dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) sebesar Rp75 juta.

"IPAL ini berfungsi untuk mengolah limbah tahu menjadi gas sehingga masyarakat tidak perlu lagi membeli elpiji" kata Priyo.

Ia mengatakan, bantuan satu unit IPAL dapat menampung sekitar 3.500 liter air limbah tahu setiap harinya. Limbah yang dihasilkan itu berasal dari sisa penggilingan kedelai sekitar lima hingga tujuh kuintal per hari.

Dengan adanya biogas limbah tahu, kata Priyo, masyarakat di sekitar rumah tidak lagi mengeluarkan biaya untuk membeli elpiji yang belakangan sangat langka dan mahal. Warga di sini dapat memanfaatkan biogas untuk memasak dari pukul 06.00 WIB hingga 20.00 WIB.

"Dulunya, limbah tahu hanya dibuang begitu saja dan menyebabkan pencemaran lingkungan dan udara. Tetapi, dengan biogas IPAL tahu, kondisi lingkungan terjaga. Bahkan, seluruh kebutuhan gas masyarakat dapat terpenuhi," kata dia.

Hal yang sama diungkapkan pelaku UMKM tahu Mugi Winarno yang juga mendapat bantuan dari KLH untuk membangun biogas IPAL tahu. Bantuan tersebut sangat bermanfaatkan untuk mengatasi pencemaran lingkungan akibat limbah tahu dan KK disekitar rumahnya dapat memanfaatkan biogas secara gratis untuk memenuhi kebutuhan energi gas untuk memasak.

Pengguna biogas limbah tahu di Wonobroto, Poni mengatakan dulunya memasak dengan kayu bakar tetapi dengan adanya biogas ini, dirinya tidak lagi mencari kayu atau membeli elpiji tiga kilogram yang harganya sudah mencapai Rp16.000 hingga Rp17.000 per tabung.

"Biaya pemasangan biogas sudah ditanggung, kami tinggal memakai saja. Kami tidak dipungut biaya satu rupiah pun untuk pemasangan biogas maupun biaya setiap harinya," kata dia.