Advertisement
Pengguna Narkoba di DIY Cenderung Meningkat
Advertisement
[caption id="attachment_420053" align="alignleft" width="300"]http://www.harianjogja.com/?attachment_id=420053" rel="attachment wp-att-420053">http://images.harianjogja.com/2013/06/narkoba-pengguna-ilustrasi-reuters2.jpg" alt="" width="300" height="207" /> Foto Ilustrasi
JIBI/Harian Jogja/Reuters[/caption]
JOGJA-Jumlah pengguna narkoba di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dimungkinkan terus mengalami peningkatan apabila dilihat dari kecenderungan peningkatan pengguna narkoba sejak 2008, seperti yang dinyatakan Staf Ahli Gubernur DIY Agung Supriyono dalam acara Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional.
Advertisement
"Dari data sejak 2004, jumlah pengguna narkoba di daerah ini terus mengalami peningkatan. Dalam proyeksi hingga 2015, jumlahnya pun semakin banyak," kata Agung Supriyono saat membacakan sambutan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X dalam Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional di Jogja, Rabu (26/6/2013).
Jumlah pengguna narkoba di Indonesia pada tahun ini mencapai 3,8 juta orang atau meningkat dibanding tahun lalu sebanyak 3,6 juta orang. Dan Badan Narkotika Nasional Provinsi DIY pun memperkirakan pengguna narkoba di DIY meningkat menjadi 87.432 orang pada 2013.
Di DIY, jumlah pengguna narkoba pada 2004 tercatat sebanyak 57.483 orang, pada 2008 meningkat menjadi 68.980 orang dan 2011 meningkat menjadi 69.700 orang, sedang pada 2012 bertambah menjadi 78.064 orang.
Dalam proyeksi pengguna narkoba pada 2011-2015, dengan mendasarkan rata-rata kenaikan 0,12 persen per tahun, maka jumlah pengguna narkoba pada 2015 bisa mencapai 109.675 orang.
"Dari data tersebut, dapat dilihat bahwa jumlah pengguna narkoba di DIY sudah sangat mengkhawatirkan. Apalagi, penyalahgunaan narkoba banyak dilakukan oleh generasi muda, mulai dari pelajar dan mahasiswa. Mereka adalah kelompok yang paling rentan," katanya.
Ia menambahkan, permasalahan narkoba tidak hanya sekadar pencegahan dan pemberantasan, tetapi juga perlu ada koordinasi antar seluruh pihak sekaligus rehabilitasi bagi korban.
"Permasalahan tidak akan selesai apabila pengguna hanya diposisikan sebagai korban dan dipidana tanpa ada rehabilitasi," katanya.
Ia pun meminta agar seluruh pihak mulai dari pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, tokoh agama, organisasi masyarakat bisa saling bekerja sama untuk melakukan pemberantasan narkoba.
"Bahaya penyalahgunaan narkoba harus terus disosialisasikan, terutama kepada pelajar dan mahasiswa sebagai kelompok yang palin rentan. Jika mereka sadar, maka mereka tentu akan menjauhi narkoba," katanya.
Sementara itu, Ketua Badan Narkotika Nasional Kota Yogyakarta Imam Priyono mengatakan, narkoba memiliki dampak yang sangat negatif, sehingga seluruh pihak mulai dari pemerintah, penegak hukum dan masyarakat harus selalu berkoordinasi untuk melakukan pencegahan dan pemberantasan.
"Jangan sampai anak-anak kita terkena pengaruh buruk narkoba. Karenanya, bahaya narkoba harus terus disosialisaikan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Warga Leihitu Maluku Tengah Memulai Puasa Lebih Awal pada Selasa Ini
Advertisement
Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan
Advertisement
Berita Populer
- Jelang Ramadan, Pertamina Tambah 1,1 Juta Tabung LPG 3Kg di Jateng-DIY
- Prakiraan Cuaca DIY 17-19 Februari, BMKG: Hujan Sedang hingga Lebat
- Padusan di Parangtritis, Waspadai Rip Current dan Gelombang Tinggi
- 1.545 Marbot di Sleman Dapat Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan
- Jadwal Sekolah di Bantul Disesuaikan Selama Ramadan 2026
Advertisement
Advertisement



