Siswa SDN Gejayan Berharap Tak Tergesa-gesa saat Salat

31 Oktober 2013 12:58 WIB Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN – Impian menjalankan ibadah salat dengan tenang bagi siswa-siswi SDN Gejayan akan segera terwujud. Pasalnya mereka akan membangun mushola baru di depan sekolahnya dengan diameter 6X6 meter.

Salah satu siswi kelas VI SDN Gejayan, Erika Dwi Agustina mengaku selama ini mereka shalat dzuhur di mussla yang dulunya menjadi ruang guru pengganti. Biasanya di ruangan berukuran 3X4 meter itu para siswa bergantian melaksanakan salat dzuhur.

“Kalau salat dzuhur selama ini memang gantian. Jadinya harus antri dan baris begitu,” kata Erika saat peletakan batu pertama pembangunan Musala Al-Ikhlas SDN Gejayan Rabu (30/10/2013).

Erika mengaku musala ini sangat penting bagi siswa. Sebab tidak jarang siswa yang mengantri dan tidak jadi salat karena bel pelajaran sudah berbunyi. Sedangkan jika ingin salat di masjid berjarap 300 meter dari sekolah.

“Inginnya kalau musalanya jadi, shalatnya bisa bareng-bareng dan tidak tergesa-gesa. Jadi mempersingkat waktu dan masih bisa istirahat sebentar,” jelas Erika.

Kepala Sekolah SDN Gejayan, Bambang Purwaka mengatakan Musala Al-Iklas membutuhkan biaya sebanyak Rp78 juta. Hingga kini dana yang terkumpul baru Rp12 juta yang merupakan dana dari swadaya wali murid dan infaq para siswa.

“Hingga kini yang terbanyak dananya dari infaq siswa yang mencapai Rp3 juta. Mereka telah menyisihkan uang sakunya untuk dikumpulkan dan akhirnya terkumpul sebanyak itu,” jelas Bambang.

Bambang mengaku bangga dengan siswanya yang bisa dengan sadar ikut dalam proses pembangunan ini. Bahkan para siswa ini mengaku senang jika nantinya bisa mendapatkan musala baru dengan uang yang dikumpulkan sendiri.

“Untuk kekurangan dana kami akan usahakan kepada para donatur. Sementara ini sudah ada beberapa donatur yang siap menyumbang barang dan uang,” jelas Bambang.