Sultan Menilai Pembersihan Bandara 'Ngisin-ngisini'

18 Februari 2014 09:36 WIB Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menilai, pembersihan yang dilakukan pihak Bandara Adisutjipto lambat dan ngisin-ngisini.

"Gimana mau cepat selesai kalau menyemprot landasan cuma seperti itu,” ujar Sultan sembari memeragakan petugas yang menyemprotnya dengan selang air, di Kompleks Perkantoran Pemda DIY, Kepatihan, Senin (17/2/2014).

Padahal, semakin cepat beroperasinya bandara mempercepat berputarnya roda perekonomian DIY, sekalipun banyak pasar dan pertokokan yang sudah buka. “Kalau bandara lebih cepat rampung itu kan lebih baik, karena konsekuensinya supaya ekonomi cepat berputar,” ujar Sultan.

Pihak Bandara semula menjanjikan dapat beroperasi pada Selasa, tapi melihat langsung proses pembersihan Sultan ragu karena pembersihan dilakukan dengan alat manual. Bandara, menurut dia, tidak boleh mengikuti Pemda DIY yang menarget Jogja bersih dari abu pada Rabu.

Sultan mengatakan, bandara yang paling parah terdampak abu vulkanik adalah Adisutjipto dan Adi Soemarmo Solo. Ia menyanyangkan apabila Solo sudah buka, tapi Jogja belum.

“Kalau Bandara di Jogja baru buka dua hari lagi kan ngisin- ngisini, sementara yang lain semuanya sudah,” ujarnya.

Karenanya, dalam kunjungan yang diikuti unsur Badan Penanggulangan Bencana Daerah DIY, kepolisian, TNI, dan intansi terkait lainnya, Sultan mengkondisikan agar pembersihan bandara dibantu armada pemadam kebakaran.

Saat mengunjungi bandara siang kemarin, ia melihat landasan pacu baru setengahnya yang telah dibersihkan.

“Damkar yang membersihkan wilayah kota diarahkan lembur membersihkan bandara pada petang. Harapan saya cepat clear," tandasnya.