PASAR BANTUL : Ratusan Pedagang Mendaftar, Kuota Hanya 96 Kios

20 Maret 2015 18:20 WIB Bernadheta Dian Saraswati Bantul Share :

Pasar Bantul diresmikan. ratusan pedagang mendaftar untuk menempati kios lantai kedua pasar.
Harianjogja.com, BANTUL—Pengelola Pasar Bantul akan memverifikasi pedagang yang mendaftar untuk menempati kios lantai kedua pasar.

Sampai diresmikannya pasar tersebut, Kamis (19/3/2015), tercatat ada 200 pendaftar sementara hanya ada 96 kios di lantai kedua. Untuk 26 kios akan diprioritaskan bagi pedagang lama.

Pendaftar yang merupakan pedagang baru menyertakan kartu tanda penduduk (KTP) sebagai bukti administrasi. Kepala Seksi Perencanaan dan Pengendalian Kantor Pengelolaan Pasar Bantul, Nurul Adiati, mengatakan semua pendaftar akan dipanggil.

Tahapan verikasi hanya dilakukan dengan wawancara untuk melihat keseriusan calon pedagang menggunakan kiosnya.

“Inginnya ini [kios lantai kedua] betul-betul bermanfaat untuk berdagang. Jangan sudah dipakai lalu ditinggalkan begitu saja,” kata Nurul, kemarin.

Kantor Pengelolaan Pasar menargetkan tahun ini sudah ada kepastian nama pedagang yang lolos verifikasi.

Kepala Kantor Pengelolaan Pasar Bantul Slamet Santosa menambahkan saat ini sudah ada lebih 1.700 pedagang di Pasar Bantul, baik yang menempati kios maupun los.

Untuk pedagang lama, mereka dipusatkan di lantai kesatu sedangkan bagi pedagang baru ditambah 26 pedagang lama yang belum tertampung di lantai kesatu, akan ditempatkan di lantai kedua. Setiap hari mereka dibebankan biaya sewa lahan Rp250 per meter.

Pedagang unggas, yang dulu bergabung di Pasar Bantul, pun kini telah menempati lokasi khusus yang terpisah di sebelah barat. Pasar Unggas Bantul yang dibangun dengan dana anggaran pendapatan belanja daerah sebesar Rp1,5 miliar itu mampu menampung 127 pedagang.

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X, yang meresmikan Pasar Bantul dan Pasar Unggas Bantul, menegaskan revitalisasi pasar sebagai wujud peningkatan kualitas pasar tradisional sehingga mampu bersaing dengan pasar modern.

“Diperlukan intervensi pemerintah dalam penataan ruang agar terjadi keseimbangan, keselarasan dan keterpaduan dalam menjaga keberlangsungan pasar tradisional,” ungkap Gubernur.