Wawancara Presiden, Wartawan di Bantul Dijewer dan Dipegang Pinggangnya

05 Mei 2015 20:33 WIB Bhekti Suryani Bantul Share :

Seorang wartawan di Bantul dijewer dan dipegang pinggangnya selama melakukan wawancara kepada Presiden Joko Widodo

Harianjogja.com, BANTUL- Kepala Biro Pers Istana Kepresidenan Albiner Sitompul dituduh mengintimidasi dan melecehkan wartawan media online www.suara.com, saat peliputan kunjungan Presiden RI Joko Widodo ke Bantul, Senin (4/5/2015) lalu.

Dugaan pelecehan, intimidasi dan menghalangi kerja jurnalis itu dialami jurnalis www.suara.com Wita Ayodya Putri. Bermula saat korban meliput kegiatan peluncuran program listrik nasional 35.000 megawatt (MW) di Pantai Goa Cemara, Desa Gadingsari, Sanden, Bantul yang dihadiri Presiden RI Joko Widodo.

Selain meliput peluncuran program listrik 35.000 MW, oleh medianya, Wita ditugaskan mewawancarai Joko Widodo tentang aksi bakar diri seorang buruh di Jakarta saat momentum hari buruh internasional (Mayday) 1 Mei lalu.

Wawancara langsung dengan presiden hanya memungkinkan dengan doorstop, menyetop presiden untuk wawancara sebelum meninggalkan lokasi.

Saat wawancara tengah berlangsung, Wita sempat menyapa Presiden Joko Widodo, namun langsung dihentikan oleh Albiner dan bertanya hendak wawancara apa. Saat dijawab wawancara soal buruh, Albiner justru melarangnya.

"Dia bilang ngapain tanya soal buruh, tanya soal program listrik saja. Dia juga bilang, awas kalau tanya soal buruh," ungkap Wita, Selasa (5/5/2015).

Tidak hanya melarang wawancara soal buruh, Albiner juga disebut menjewer kuping Wita sebanyak dua kali serta memegang pinggangnya.

"Dia terus pegang pinggang saya sampai wawancara doorstop selesai, dia bilang awas nanti saya cubit kalau wawancara soal buruh," lanjutnya.

Wita mengaku shock atas kejadian itu, dan tidak bisa berbuat apa-apa karena merasa dalam tekanan.