RAZIA KULONPROGO : Ups, Pengurus Parpol Dan Guru Terjaring Razia Pekat

Petugas Satpol PP gabungan dari DIY, Kulonprogo, Purworejo dan Jawa Tengah melakukan pembinaan terhadap pasangan mesum yang terjaring razia dalam operasi gabungan di sejumlah penginapan di kawasan Pantai Glagah, Kamis (21/5/2015). (JIBI/Harian Jogja - Holy Kartika N.S.)
23 Mei 2015 08:20 WIB Kulonprogo Share :

Razia Kulonprogo berhasil menjaring belasan pasangan tak resmi.

Harianjogja.com, KULONPROGO – Belasan pasangan tidak resmi dijaring petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) gabungan dari Kulonprogo, DIY, Purworejo dan Jawa Tengah, Kamis (21/5/2015). Dalam razia itu, petugas mengamankan seorang guru dan anggota pengurus partai.

Pantauan Harianjogja.com, di sejumlah penginapan di kawasan Pantai Glagah, razia tersebut sempat tidak menemukan pasangan mesum. Sejumlah penginapan tampak kosong, namun setelah penyisiran di sisi utara laguna petugas mendapati beberapa pasangan.

Kasatpol PP DIY V. Bambang BI mengatakan, operasi gabungan tersebut merupakan tindak lajut dari kesepakatan bebrapa wilayah untuk menegakkan Perda nomor 4 tahun 2013 tentang Ketertiban Umum. Dalam operasi ini, petugas yang dikerahkan sekitar 50 personil gabungan yang terdiri dari Kulonprogo, DIY, Purworejo dan Jawa Tengah.

“Terbagi menjadi empat regu yang kemudian menyisir penginapan dan tempat hiburan di kawasan Pantai Glagah,” ujar Bambang.

Kasi Penegakan Perda Satpol PP Kulonprogo Qomarul Hadi mengatakan, operasi tersebut menyasar sekitar 15 tempat penginapan. Dia mengungkapkan, ada 18 pasangan yang diindikasikan melanggar Perda Ketertiban Umum karena bukan merupakan pasangan yang sah.

“Operasi gabungan ini adalah inisiatif dari Pemda Jateng, yakni Satpol PP Jateng dan Satpol PP Purworejo yang mengajak operasi bersama. Karena dalam beberapa operasi banyak ditemukan warga Purworejo yang terjaring,” papar Qomarul.

Dalam operasi tersebut turut terjaring pengurus salah satu partai politik di Kulonprogo. AN terjaring saat sedang berada di sebuah kamar di salah satu penginapan bersama teman wanitanya. Terkait hal itu, Qomarul tak menampik adanya salah satu pengurus atau anggota partai politik yang terjaring. Namun, pihaknya mengaku sampai saat ini masih dalam pemeriksaan untuk lebih memastikan lagi.

“Dari informasi yang kami peroleh sekilas, memang ada indikasi [pasangan mesum] yang mengarah pada salah satu pengurus partai politik. Selain itu, ada juga PNS yang berstatus sebagai guru yang berdomisili di Kebumen. Namun, kami masih akan melakukan pemeriksaan lagi,” tandas Qomarul.

Sementara itu, Sekretaris Satpol PP Jawa Tengah Agus Waluyo menambahkan, pasangan yang terjaring sampai saat ini tidakditemukan anak di bawah umur. Dia menandaskan, operasi tersebut dilakukan untuk memantau wilayah perbatasan. Terkait dengan banyaknya warga Purworejo yang terjaring razia di kawasan Kulonprogo, Agus menepisnya dan berupaya akan melakukan pemantauan.

“Dalam waktu jangka pendek ini kami akan memantau saja dulu. Sedangkan yang terjaring saat ini, tidak ada sanksi hanya diberikan pembinaan. Harapannya, dapat mengeliminir penyakit masyarakat semacam ini,” jelas Agus.