BUTA AKSARA : Ternyata, Masih ada 15.385 Warga Buta Aksara di Gunungkidul

Pemberian bantuan oleh Ketua Umum Rumah Pintar Nasional, Okke Hatta Rajasa kepada Bupati Gunungkidul, Badingah saat Pelantikan Pengurus Rumah Pintar DIY di Kamis (25/2/2016). (Mayang Nova Lestari/JIBI - Harian Jogja)
29 Februari 2016 02:19 WIB Gunungkidul Share :

Buta aksara di Gunungkidul masih ada 15.385 orang, mereka akan dientaskan hingga 2017

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-- Sebanyak 15.385 orang di Gunungkidul masih tercatat menyandang status tuna aksara. Tuna aksara saat ini masih menjadi permasalahan yang cukup diperhatikan oleh dunia pendidikan di Kabupaten Gunungkidul.

Sampai 2017 mendatang, pemberantasan tuna aksara masuk ke salah satu bagian dari program Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Gunungkidul.

Sekretaris Dinas Pendidian, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Gunungkidul, Bahron Rasyid mengungkapkan bahwa sebelumnya kasus buta aksara pernah dinyatakan selesai.

Namun setelah dilakukan pendataan ulang yang dilakukan oleh BPS masih ditemukan dengan data jumlah tersebut. Angka yang didapatkan tersebut mencakup masyarakat usia produktif antara 16 hingga 59 tahun.

Hal itu menjadi PR bagi Disdikpora Kabupaten Gunungkidul untuk mengentas permasalahan tuna aksara.

"Angka itu memang masih terus berubah-ubah. Sebanyak 15.385 itu saja kami dapatkan datanya pada tahun 2015, sebelumnya sudah tidak ada kasus. Tapi setelah dicari betul-betul ternyata masih ada sekian," kata dia, Jumat (26/2/2016).

Ada beberapa faktor yang menyebabkan masyarakat Gunungkidul masih banyak yang menyandang tuna aksara. Faktor tersebut antara lain karena tidak pernah mengikuti bimbingan pembelajaran formal seperti di sekolah.

Kemungkinan lain yakni masyarakat tersebut pernah mengikuti namun hanya beberapa saat kemudian ditinggalkan lalu menjadi lupa. Selain itu, menurutnya masih ada beberapa tantangan yang akan dihadapi dalam menjalankan program di tri-wulan mendatang di luar hal teknis.

"Secara teknis tidak ada, hanya kesulitannya adalah bagaimana bisa mengumpulkan mereka dalam satu titik secara bersamaan, karena mereka pasti memiliki kesibukan sendiri-sendiri, itu tantangan kami," kata dia lagi.

Pada tahun 2016 Disdikpora akan menjalankan program yakni pengentasan masyarakat tuna aksara sebanyak 10.000 orang, sedangkan pada 2017 mendatang memberantas sisanya, sebanyak 5.385 orang.