KONSERVASI HEWAN : Penyu Butuh Area Khusus untuk Bertelur

Seorang anak memang anak penyu atau tukik yang akan dilepas di Pantai Trisik, Desa Banaran, Kecamatan Galur, Kulonprogo, Minggu (18/9/2016).(Rima Sekarani I.N./JIBI - Harian Jogja)
08 Oktober 2016 08:20 WIB Rima Sekarani Kulonprogo Share :

Konservasi hewan penyu perlu mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk keberadaan area khusus.

Harianjogja.com, KULONPROGO -- Pemerintah Kulonprogo dinilai perlu menyusun strategi khusus penyelamatan penyu. Diharapkan ada area khusus di pantai wilayah Kulonprogo yang disediakan sebagai tempat bertelur para penyu.

Ponimin lalu berharap Pemkab Kulonprogo merangkul para ahli untuk mendukung konservasi penyu, termasuk dari kalangan akademisi. Konservasi penyu memang bisa dikembangkan menjadi obyek wisata edukasi, misalnya pada kegiatan penangkaran tukik. Meski begitu, dia berpendapat tetap harus ada area khusus yang memang disediakan untuk mendukung perkembangbiakan penyu. Tempat itu dibuat sepi dari wisatawan sehingga penyu dapat leluasa mendarat dan bertelur di sana.

Ponimin menambahan, masyarakat sekitar maupun pengunjung pantai juga mesti terlibat dalam upaya konservasi penyu. Mereka harus ikut menjaga kelestarian alam sebagai tanggung jawab bersama.

“Perlu ada koordinasi juga, masalahnya apa dan bagaimana solusinya,” kata Ponimin.

Ketua Kelompok Konservasi Penyu Abadi, Joko Samudro mengatakan, beberapa jenis penyu pernah mendarat di wilayah pesisir Kulonprogo untuk bertelur, seperti penyu hijau, belimbing, dan lekang. Namun, penyu yang datang semakin sedikit seiring dengan semakin ramainya wisata pantai. Saat penyu-penyu masih mendarat di Pantai Trisik karena relatif sepi. Namun, spesies yang diketahui masih bertelur di pantai tersebut juga hanya penyu hijau. Populasi penyu pun terancam terus berkurang karena banyak yang ditangkap manusia untuk konsumsi atau dijadikan benda hiasan.

Joko pun berharap ada area khusus yang memang disterilkan dari kegiatan wisata.

“Misalnya ada beberapa kilometer pantai yang memang khusus untuk pendaratan penyu. Wisata makin ramai, sedangkan penyu itu tidak jadi bertelur kalau lihat orang atau mencium bau asing,” ujar Joko.