ANGKUTAN RINGROAD : Ini Rute yang Ditempuh

Bus baru Trans Jogja berwarna biru siap mengaspal, Rabu (25/5/2016). (Gilang Jiwana/JIBI - Harian Jogja)
21 Oktober 2016 11:20 WIB Sunartono Jogja Share :

Angkutan Ringroad segera dapat dimanfaatkan

Harianjogja.com, JOGJA --  Dinas Perhubungan DIY akan mengoperasikan angkutan umum interkoneksi per 1 Nopember 2016. Angkutan bus berkapasitas 50 penumpang itu akan mengambil rute berputar mengeliling Ringroad untuk membantu transportasi dalam kota yaitu Trans Jogja.

(Baca Juga : http://www.solopos.com/2016/01/14/angkutan-ringroad-jadi-solusi-koneksi-antar-halte-terminal-680540">ANGKUTAN RINGROAD : ANGKUTAN RINGROAD : Jadi Solusi Koneksi antar Halte & Terminal)

Kepala Dinas Perhubungan DIY Sigit Haryanta mengatakan dengan adanya angkutan interkoneksi, penumpang dari dalam kota yang akan keluar kota tidak akan kesulitan lagi. Karena setelah selesai menggunakan Trans Jogja sampai dominasi pinggiran perkotaan atau area Ringroad kemudian sudah ada angkutan interkoneksi. Sehingga penumpang bisa memilih sendiri, jika akan ke Bantul, maka bisa menggunakan angkutan jenis ini lalu turun di kawasan Jalan Bantul, sedangkan yang akan ke Magelang bisa turun di Terminal Jombor.

"Setelah diselesaikan [diangkut] Trans Jogja, kita tangkap dengan angkutan interkoneksi. Nanti dia mau kemana? Kalau ke Wonosari ya nanti dia ambil angkutan yang ke arah Jalan Wonosari atau ke terminal, kalau ke Semarang ya ke Jombor," ujarnya.

Menurutnya, ada dua trayek yang akan ditempuh angkutan interkoneksi ini berputar mengelilingi ringroad dari Bandara Adisutjipto. Rute pertama, dari Bandara Adisutjipto menuju Terminal Condongcatur - Terminal Jombor - Simpang Empat Godean - Simpang Empat Gamping - Simpang Empat Jalan Bantul - Simpang Empat Jalan Paris - Terminal Giwangan - Simpang Empat Jalan Wonosari - Janti dan kembali ke Bandara. Rute kedua adalah berlawanan dari pertama yaitu Bandara Adisutjipto menuju Janti - Simpang Empat Jalan Wonosari dan seterus mengelilingi ringroad sesuai dengan tujuan rute pertama tersebut di atas dan kembali ke Bandara Adisutjipto.

Sigit menambahkan, konsep pengoperasian ini hampir mirip dengan Trans Jogja, penumpang tidak bisa berhenti di sembarang tempat. Perbedaannya, jika Trans Jogja mendapatkan subsidi dari pemerintah, angkutan interkoneksi ini murni dibiayai sendiri oleh operator. Sehingga sistem pembayaran tidak menggunakan tiket on halte seperti Trans Jogja. Angkutan interkoneksi akan menerapkan pembayaran tarif di dalam bus.

Selain itu, desain armada angkutan interkoneksi menggunakan pintu keluar yang tinggi. Akantetapi, tidak akan dibangun halte baru, melainkan mengikuti halte Trans Jogja. Tetapi sejak awal beroperasi hingga April 2017, angkutan interkoneksi belum bisa memanfaatkan halte Trans Jogja. Mengingat Trans Jogja masih menggunakan tiket on halte atau calon penumpang harus membeli tiket lebih dahulu untuk bisa masuk halte. Pihaknya akan memasang halte portabel khusus pemberhentian angkutan interkoneksi.

"Karena tahun 2017 itu, tiket on halte di Trans Jogja akan dihapus. Jadi nanti antara Trans dan angkutan interkoneksi bisa sama-sama memanfaatkan halte Trans Jogja," kata dia.

Pada awal pelaksanaan layanan itu, lanjutnya, sementara akan mengoperasikan lima unit bus ukuran besar dengan kapasitas 50 penumpang. Pada bulan-bulan berikutnya akan dievaluasi untuk kemungkinan ditambah armada. Soal penentuan tarif hingga saat ini masih dalam pembahasan. "Nominal [tarif] akan ditentukan oleh kami. Operator akan menyampaikan biaya operasinya, kemudian kita memperhitungkan dengan jumlah penumpang sehingga muncul tarif, nah tarif itu yang kemudian utntu referensi operator diperbolehkan mulai mengoperasikan," ucap Sigit.