KEKERASAN SLEMAN : Ajakan Main Futsal Diabaikan, Tantangan Berkelahi Jadi Diajukan

24 Oktober 2016 09:20 WIB Sleman Share :

Kekerasan Sleman, pelajar akan tawur berhasil dicegah.

Harianjogja.com, SLEMAN -- Kekerasan Sleman berhasil dicegah. Kali ini pelaku merupakan pelajar yang berniat tawuran.

Semua bermula dari laporan yang diterima mengenai pelajar di daerah Piyungan yang berbatasan dengan daerah Berbah tengah bersiap-siap akan tawuran. Dengan melakukan operasi gabungan dengan Polsek Piyungan petugas mendatangi TKP. Sesampainya di TKP puluhan remaja yang masih berusia pelajar SMP dan SMA kemudian diamankan oleh petugas untuk dimintai keterangan.

(Baca Juga : http://www.solopos.com/2016/10/23/kekerasan-sleman-puluhan-pelaku-klitih-melarikan-diri-usai-bacok-dua-remaja-762991">KEKERASAN SLEMAN : Puluhan Pelaku Klitih Melarikan Diri Usai Bacok Dua Remaja)

"Dari penuturan pelapor, kelompoknya mendapatkan ancaman dari siswa sekolah lain atau para pelaku karena enggak diajak bertanding futsal," katanya, Minggu (23/10/2016)

Kelompok penantang, kata Mujiman, mengatasnamakan SMP di Pleret Bantul, awalnya mereka menantang untuk bertanding futsal. Namun karena ajakan itu tidak diindahkan oleh kelompok korban mereka justru menantang untuk berkelahi.

Selanjutnya puluhan remaja yang berhasil diamankan petugas mereka dibawa menuju Polsek Piyungan, dari tangan mereka petugas juga berhasil mengamankan barang bukti beberapa senjata tajam, stik besi, dan beberapa kendaraan bermotor.

"Karena wilayah masuk di daerah Piyungan maka puluhan  remaja dan barang bukti senjata tajam dan motor dibawa ke Polsek Piyungan. Selanjutnya mereka akan dimintai keterangan lebih lanjut," ujar dia.