Harga Beras Rendah, Petani Bantul Pilih Simpan Hasil Panen
Ilustrasi tanah longsor (JIBI/Solopos/Antara)
Longsor Kulonprogo terjadi di Kulwaru-Sogan
Harianjogja.com, KULONPROGO-Curah hujan yang tinggi beberapa waktu belakangan membuat tanggul drainase Kulwaru-Sogan longsor dan mengakibatkan retakan di rumah warga. Musim hujan dikhawatirkan akan menghambat drainase dan memperparah potensi longsor.
Tanggul drainase tersebut berada di wilayah Dusun Serangrejo, Kulwaru, Wates. Sukarman, salah satu warga setempat menjelaskan drainase tersebut merupakan saluran pembuangan air menuju Sungai Serang. Hujan lebat dan lauapan air dari Sungai Serang membuat air di drainase tersebut meluap.
Kejadian yang lalu, banjir tersebut mengakibat longsor di bantaran tanggul. Tanggul tersebut sebenarnya tidak pernah mengalami kerusakan sejak dibangun pada 2003 lalu.
“Tapi ketika banjir besar kemarin malah longsor parah,” jelasnya, Selasa (15/11/2016).
Warga sendiri sudah melaporkan kejadian tersebut kepada pemerintah desa namun belum ada respon apapun.
Ketua Komisi II DPRD Kulonprogo, Muhtarom Asrori menjelaskan bahwa tanggul tersebut merupakan kewenangan dari Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak(BBWSSO).
Namun, ia menyatakan akan meminta pemerintah segera berkoordinasi dengan BBWSSO agar segera bisa diperbaiki. Pasalnya, kerusakan tersebut mengancam pemukiman warga dan menghambat aliran drainase.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Persis Solo resmi terdegradasi dari BRI Super League 2025/2026. Manajemen klub minta maaf dan siapkan restrukturisasi total mulai Juni.
Memori HP cepat penuh bisa disebabkan game, media sosial, hingga aplikasi booster. Simak daftar aplikasi yang sebaiknya dihapus agar HP tetap ringan.
Reza Arap mengunggah pesan emosional untuk Lula Lahfah hampir empat bulan setelah sang kekasih meninggal dunia.
Pria bersenjata yang tewas ditembak di dekat Gedung Putih ternyata pernah mencoba menerobos kompleks presiden AS pada 2025.
Studi di European Heart Journal temukan hubungan pengawet makanan dengan risiko hipertensi dan penyakit jantung.