Peluru Bersarang di Pipi Korban Penembakan Boyolali, Pelaku Belum Tertangkap
Korban penembakan di bengkel Boyolali menjalani operasi untuk mengangkat peluru yang bersarang di pipi kiri. Polisi memburu terduga pelaku.
Seorang warga tengah melihat lemari besi yang digunakan tersangka untuk melukai korban diamankan oleh petugas, Jumat (9/12/2016). (Yudho Priambodo/JIBI/Harian Jogja)
Penganiayaan PRT Bantul akhirnya menemukan titik terang setelah penyelidikan.
Harianjogja.com, SLEMAN -- Berdasarkan hasil penyidikan dengan mendapatkan keterangan dari sepuluh saksi dan hasil visum, Tim penyidik Ditreskrimum Polda DIY dapat mengungkap adanya 11 wujud perbuatan kekerasan yang diduga dilakukan oleh tersangka Adi Cahyono, 35 terhadap balita Jm, 1,5, anak dari pembantunya.
(Baca Juga : Phttp://www.solopos.com/2016/11/25/penganiayaan-balita-sleman-polisi-panggil-istri-tersangka-adi-cahyono-771581">ENGANIAYAAN BALITA SLEMAN : Polisi Panggil Istri Tersangka Adi Cahyono)
Direskrimum Polda DIY Konbes Pol Frans Tjahyono mengatakan pihaknya terus melakukan upaya untuk memaksimalkan proses penyidikan. Saat ini memang sudah ada sepuluh saksi yang dipanggil, meski keterangan dari saksi hanya bersifat sebagai satu alat bukti namun berbagai keterangan tersebut bisa digunakan oleh petugas sebagai alat bukti bahwa adanya upaya perbuatan melawan hukum dari tersangka.
"Meski semua keterangan masuk dalam satu alat bukti, namun setidaknya dari semua keterangan tersebut bisa di jadikan bahan oleh petugas untuk mengungkap semua tindakan yang sudah dilakukan oleh pelaku," katanya, Jumat (9/12/2016)
Dijelaskan oleh Frans 11 tindakan keji yang dilakukan oleh tersangka beberapa di antaranya, tersangka beberapa kali mengangkat badan korban dengan memegangi kaki setinggi 1,5meter kemudian dijatuhkan ke kasur, tersangka pernah memasukkan korban ke dalam lemari pendingin selama beberapa jam, tersangka juga beberapa kali menyiram kemaluan korban dengan menggunakan air kopi panas, dan juga pernah menyudut perut korban dengan besi yang sudah dipanasi sehingga meninggalkan bekas luka bakar di perut korban.
(Baca Juga : http://www.solopos.com/2016/11/15/kriminal-bantul-tragis-jadi-pembantu-malah-disekap-9-bulan-dan-anak-balitanya-disiksa-769181">KRIMINAL BANTUL : Tragis! Jadi Pembantu Malah Disekap 9 Bulan dan Anak Balitanya Disiksa)
Terkait kejinya perbuatan yang dilakukan pelaku, namun polisi menegaskan bahwa tersangka tidak mengalami kelainan psikologis sama sekali. Dijelaskannya, polisi yakin bahwa tersangka masih normal dan tidak memiliki kelainan kejiwaan, hal tersebut bisa dibuktikan dari perilaku tersangka yang masih dapat diajak berkomunikasi secara normal, dapat mengenali orang-orang termasuk istri dan anak-anaknya.
" Dia (tersangka) juga mengerjakan mampu mengerjakan pekerjaan selayaknya orang normal. Jadi secara psikologia tersangka normal dengan demikian proses hukum akan terus berjalan," tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Korban penembakan di bengkel Boyolali menjalani operasi untuk mengangkat peluru yang bersarang di pipi kiri. Polisi memburu terduga pelaku.
Ranking koefisien Liga Indonesia disebut turun ke posisi 18 Asia setelah Kamboja meraih hasil positif di ACL Two. Persib sebelumnya menang 1-0 atas The Cong-Vie
Pelajari cara mengatur sorot lampu mobil, mulai dari menyiapkan dinding datar hingga memeriksa pola cahaya agar berkendara malam lebih aman.
Kabut asap dari karhutla memperburuk udara Singapura. PSI wilayah tengah mencapai 227, sementara pemerintah mempercepat distribusi masker N95.
Ketahui 10 dampak anak terlalu lama bermain HP, mulai dari gangguan tidur dan mata lelah hingga risiko konten tidak sesuai usia, serta cara membatasinya.
Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri menang 21-17, 21-16 atas ganda Thailand dan melaju ke semifinal Denmark Open 2026.