UNBK 2017 : Ini Curhat Siswa yang Alami Gangguan Server

Para siswa kelas IX SMP Negeri 1 Galur mengikuti simulasi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di ruang laboratorium komputer sekolah, Senin (25/4/2016). (Foto Istimewa - Dok.SMP Negeri 1 Galur)
07 April 2017 11:20 WIB Irwan A Syambudi Gunungkidul Share :

UNBK 2017, server di SMKN 1 Saptosari terganggu.

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Hari terakhir ujian nasional berbasis komputer (UNBK) jenjang SMK di Gunungkidul, ditemukan permasalah. Server bermasalah dan mengakibatkan puluhan siswa SMK N 1 Saptosari terpaksa mengikuti UNBK susulan.

Baca Juga : http://m.solopos.com/?p=807861">UNBK 2017 : Duh, Server Ngadat 53 Siswa Harus Ikut Susulan

Salah seorang siswa, Diana Amelia mengaku terganggu dengan kejadian gangguan teknis yang dialami saat ujian. Padahal dia mengaku telah mempersiapkan dan belajar mengerjakan soal ujian pada hari tekahir, sehingga membuatnya kecewa.

Gangguan teknis tersebut, diakuinya sempat membuat panik.

“Tadi sempat panik, takutnya hanya komputer saya yang bermasalah. Ternyata tidak, karena teman-teman juga mengalami hal serupa,” katanya, Kamis (6/4/2017).

Dinda berharap agar pelaksanaan ujian susulan tidak mengalami nasib serupa. Kepala pejabat terkait pihaknya meminta supaya memberi rasa nyaman bagi peserta dalam menjalani UNBK.

Berbeda dengan Dinda, salah seorang siswa SMKN 1 Wonosari, Arif mengaku tidak mengalami kendala berarti saat pelaksanaan hari terakhir UNBK.

“Mulai hari pertama UNBK sampai dengan sekarang tidak ada kendala. Semoga hasilnya nanti juga bagus,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Balai Pendidikan Menengah Gunungkidul Sukito mengatakan, jumlah siswa SMK yang mengikuti UNBK sebanyak 5.326 anak. Seluruh siswa ini berasal dari 46 SMK yang ada di Gunungkidul.

Menurut dia, dari jumlah sekolah ini masih ada lima sekolah yang mengerjakan ujian bergabung dengan sekolah lainnya. Hal itu terjadi karena belum memenuhi persyaratan menyelenggarakan ujian sendiri.

“Untuk itu digabungkan. Misalnya SMK Kesehatan Giri Handayani dan SMK Kesehatan Wonosari harus mengerjakan ujian di SMK Negeri 2 Wonosari,” katanya.