Getaran Gempa M5,9 di Kepulauan Seribu Terasa hingga Jogja
Gempa M5,9 di barat laut Jakarta terasa hingga Jogja pada Sabtu dini hari. BMKG memastikan gempa tidak berpotensi tsunami.
Ilustrasi taksi Uber (newsroom.uber.com)
Polemik taksi online ditandai dengan demonstrasi sopir konvensional dan angkot.
Harianjogja.com, JOGJA -- Pemerintah Daerah (Pemda) DIY mengakomodasi sejumlah materi tuntutan mereka untuk dimasukkan ke dalam Peraturan Gubernur maupun SK Gubernur DIY. Salahsatu pembatasan beroperasinya angkutan online hanya 10% dari total jumlah kuota taksi. Selain itu, ada juga ketentuan mengenai penggunaan plat khusus.
Baca Juga :http://www.harianjogja.com/?p=814352"> POLEMIK TAKSI ONLINE : Pemda Janjikan Kuota Angkutan Online Hanya 10%
Direktur Lalu Lintas Polda DIY Kombes Pol Latif Usman menuturkan untuk plat bagi angkutan online tetap menggunakan plat hitam. Namun pihaknya akan mempersiapkan nomor dan huruf yang khusus untuk plat nopol angkutan online. Selain itu akan diberikan stiker khusus dan hasil uji KIR juga harus ditempelkan di kendaraan. Kebijakan itu diberikan untuk memberikan identitas khusus agar masyarakat mengetahui.
"Kalau platnya wajib AB, misal nopol sekian, lalu belakang XX atau apa, jadi masyarakat tahu kalau itu kendaraan sewa khusus," ujarnya.
Meski ditentang pelaku taksi konvensional, namun keberadaan angkutan online justru dirindukan masyarakat Jogja. Hampir sebagian besar, para pengguna angkutan jenis ini merasa keberadaan angkutan online sangat membantu.
Ahmad, 27, warga Babadan, Desa Banguntapan, Kecamatan Banguntapan Bantul mengatakan, jika pergi ke pusat perbelanjaan, ia selalu menggunakan angkutan online. Selain murah, proses pesan juga cepat dan tidak perlu menginformasikan lokasi secara verbal karena posisi sudah terlihat di aplikasi online. Ia tak menampik, jika menggunakan jasa itu sedikit merasa bangga karena terlihat seperti menggunakan mobil pribadi.
"Nek angkutan online kan terlihat mewah, rasane koyo nduwe sopir pribadi, bayare murah, kadang mung Rp10.000," ujarnya.
Yanto, 34, warga Bangunjiwo, Bantul berharap, operasi angkutan online sebaiknya dipermudah. Sebagai pelanggan, ia sering kesulitan mendapatkan angkutan ini ketika berada di bandara, terminal maupun stasiun karena harus menjauh. Dari sisi tarif lebih hemat sekitar 25% dari taksi konvensional. "Selain itu, angkutan online ra kenal sing numpak WNI atau WNA tarif tetap sama, nggak minta tambah jika penumpang WNA juga," kata dia.
Beragam kemudahan layanan banyak diberikan angkutan online, bahkan ada yang menyediakan air mineral tersedia di botol hingga sopir yang lebih sopan. Mereka memberikan pelayanan mulai dari membukakan pintu, mengangkat barang.
Sebelumnya, ratusan sopir taksi dan angkutan perkotaan (Angkot) melakukan aksi demonstrasi memprotes keberadaan angkutan online, di Jalan Malioboro tepatnya di Depan Kompleks Kepatihan, Kantor Gubernur DIY, Rabu (3/5/2017).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gempa M5,9 di barat laut Jakarta terasa hingga Jogja pada Sabtu dini hari. BMKG memastikan gempa tidak berpotensi tsunami.
Veda Ega Pratama akan start P16 di Moto3 San Marino 2026. David Almansa merebut pole position dengan waktu 1:40,612.
Persijap Jepara tertinggal 0-1 dari Borneo FC pada babak pertama. Rodrigo Varanda mencetak gol cepat saat laga baru berjalan tiga menit.
Jepang mengalahkan Korea Selatan 3-0 di semifinal AVC 2026. Jepang ke final dan selangkah lagi meraih tiket Olimpiade 2028.
Nissan Pixo kembali sebagai mobil listrik. Berbasis Renault Twingo, mobil mungil ini akan debut 23 September 2026.
PSS Sleman kalah 1-3 dari Madura United di kandang. Pieter Huistra kecewa dan menyoroti pertahanan Super Elja yang mudah kebobolan.