Jalur Patuk-Dlingo Putus

12 Maret 2018 19:40 WIB Rheisnayu Cyntara Bantul Share :

Jalur Patuk-Dlingo merupakan jalan strategis menuju sejumlah objek wisata di Dlingo.

Harianjogja.com, BANTUL--Akses utama menuju Kecamatan, Dlingo, Bantul dari arah Patuk, Gunungkidul sekaligus akses jalan menuju sejumlah objek wisata terputus. Penyebabnya sebuah gorong-gorong berposisi melintang jalan di Dusun Klepu, Desa Temuwuh, Kecamatan Dlingo ambrol. Sejak Minggu (11/3/2018) seluruh pengendara yang melintas harus memutar melalui jalan kampung sepanjang 1,5 km.

Salah seorang warga yang tinggal tidak jauh dari lokasi gorong-gorong ambrol, Khaliq menjelaskan gorong-gorong tersebut merupakan pertemuan aliran selokan dari Dusun Tekik dan Klepu. Hal ini menurutnya membuat debit air saat hujan cukup besar. Ditambah lagi gorong-gorong ini berumur cukup tua, ia memperkirakan kontruksi bangunan dibuat sekitar 30 tahun silam. Karena gorong-gorong yang ambrol, Kholiq menyebut sudah tiga hari ini jalan tersebut sama sekali tidak bisa dilalui kendaraan.

Menurutnya gorong-gorong tersebut pertama kali ambrol pada Kamis (8/3/2018) lalu saat turun hujan deras. Kholiq mengatakan saat itu hanya sisi pinggir yang jebol. Tetapi jebolnya gorong-gorong berupa lubang berdiameter satu meter dengan kedalaman 1,5 meter itu kemudian diikuti dengan amblesnya sebagian besar bagian gorong-gorong. Kemudian pada akhir pekan lalu kerusakan semakin parah lantaran beberapa kali dilalui bus pariwisata dan sejumlah kendaraan yang nekat melintas. "Awalnya ambrol sedikit, kendaraan nekat lewat. Makanya jadi tambah parah," ucapnya, Senin (12/3/2018).

Kholiq menjelaskan ketika akses tersebut putus, kendaraan berukuran besar sulit untuk melalui jalur alternatif melalui kampung, lantaran lebar jalan hanya sekitar 2,5 meter. Saat dilalui dua mobil saja, salah satunya harus berhenti dan menepi saat berpapasan. Ia menambahkan jalan tersebut juga merupakan jalan utama dari Playen, Gunugkidul menuju ke Jogja. Selain jalan Patuk-Dlingo, jalur dari Playen menuju Jogja harus memutar melalui Mangunan yang harus menambah panjang jarak tempuh hingga sembilan km. “Bus-bus wisata lebih banyak lewat sini," imbuhnya.