Badingah-Immawan Klaim Capai Kemajuan

13 Maret 2018 11:20 WIB Herlambang Jati Kusumo Gunungkidul Share :

Pencapaian paling kentara adalah pembangunan infrastruktur berupa akses di Pantai Ngobaran

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Pasangan Bupati-Wakil Bupati Gunungkidul Badingah dan Immawan Wahyudi mengklaim selama dua periode kepemimpinan, pembangunan infrastruktur, pendidikan, pariwisata, penurunan kemiskinan, kesenian hingga peningkatan kesehatan mengalami peningkatan.

Immawan mengatakan pencapaian paling kentara adalah pembangunan infrastruktur berupa akses di Pantai Ngobaran. “Pembangunan jalan memang tidak semua dibiayai Pemerintah Kabupaten (Pemkab) tetapi penting diketahui bagaimana pendekatan dengan Provinsi maupun Pusat juga harus dilakukan dalam rangka mempermudah akses wisata tersebut dengan pembangunan jalan,” ujarnya kepada Harianjogja.com, Jumat (9/3/2018).

Dari total panjang jalan delapan kilometer, pembangunan akses di Pantai Ngobaran saat ini mencapai empat kilometer. Kendati telah merealisasikan setengah dari total pembangunan jalan tersebut, dia mengakui kritikan selalu ada. Misalnya mengenai pembangunan jalan yang masih naik turun. Padahal, kata dia, hal tersebut dipengaruhi kondisi geografis Gunungkidul, bukan dari sisi kualitas pembangunan.

Kemajuan disebut Immawan juga terjadi di sektor pariwisata. Meski banyak yang mengatakan pendapatan retribusi tidak signifikan, dia menegaskan anggapan itu salah. Justru pendapatan sektor tersebut meningkat drastis. Dari catatan Harianjogja.com, target pendapatan pariwisata pada 2017 Rp25,667 miliar, sedangkan dana yang berhasil direalisasikan sebesar Rp26,929 miliar. Pemasukan ini, kata dia, tidak hanya dirasakan pemkab. Perekonomian warga di sekitar lokasi wisata juga ikut kecipratan.

“Masyarakat langsung merasakan perkembangan wisata itu, dengan mereka membuka homestay, usaha kuliner, suvenir, parkir dan lain sebagainya. Dari pemasukan ini, masyarakat atau pelaku usaha jangan lupa membayar pajak untuk pembangunan demi kepentingan warga juga,” katanya.

Di bidang kesehatan Immawan mengatakan pemkab berupaya meningkatkan pelayanan. Mulai dari pembangunan Rumah Sakit di Saptosari yang dilakukan secara bertahap, lalu dua puskesmas baru yang diharapkan semakin mudah diakses masyarakat.

Dari sektor pendidikan, dia mengklaim banyak lulusan atau anak Gunungkidul yang berprestasi. Kendati demikian, Immawan menuturkan tidak ingin berkutat pada target 100% siswa Gunungkidul lulus. Pemkab juga memberikan perhatian yang besar mengenai kualitas lulusan agar putra-putri Bumi Handayani ini dapat menjawab kebutuhan industri jika memilih bekerja atau meneruskan pendidikan untuk kuliah.

Meski generasi muda diidentikan dengan pilihan merantau, tetapi Immawan menilai hal itu tidak seutuhnya tepat. Sebab bidang pertanian masih menjadi pekerjaan utama masyarakat Gunungkidul. Jumlah dan kualitas juga mengalami pertumbuhan. “Akibatnya angka kemiskinan dapat ditekan ke angka 18,65 persen,” katanya.

Selain itu, gereget berkesenian di Gunungkidul dinilainya juga semakin terasa. Semua berkat tumbuhnya kelompok-kelompok kesenian di tingkat kecamatan, desa hingga dusun. “Dengan kesenian juga dapat mempererat masyarakat. Jadi tradisi yang guyub rukun, minim gesekan sangat terasa,” katanya.