Listrik Padam Mulai Pukul 10.00 WIB: Sleman, Bantul, dan Kota Jogja
PLN DIY jadwalkan pemadaman listrik 19 Mei 2026 di Sleman, Bantul, dan Kota Jogja akibat pemeliharaan jaringan pukul 10.00–13.00 WIB.
Masjid UGM./JIBI
Harianjoga.com, SLEMAN – Pimpinan Universitas Gadjah Mada (UGM) mengambil sikap dengan mencopot jabatan dua dosen Fakultas Teknik yang masih nekat menjadi simpatisan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) pasca dilarangnya ormas tersebut oleh pemerintah.
Selanjutnya nasib kedua dosen itu akan diputuskan melalui Dewan Kehormatan Universitas (DKU) UGM. Keputusan itu diambil setelah memanggil kedua dosen tersebut untuk hadir di Ruang Sidang Rektor, Lantai Dua Sayap Utara Balairung UGM, Jumat (8/6/2018) sore.
Kedua dosen tersebut menjabat sebagai Kepala Departemen dan Kepala Laboratorium di Fakultas Teknik UGM.
Rektor UGM Profesor Panut Mulyono menyatakan, kedua dosen tersebut hadir memenuhi panggilannya. Pihaknya telah melakukan klarifikasi dan mendapatkan jawaban langsung dari keduanya.
Jawabannya mereka melakukan aktifitas menjadi simpatisan ormas tersebut bukan bermaksud anti pancasila atau anti NKRI.
“Tetapi alasannya, ingin berjuang memperbaiki Indonesia ini dengan cara-cara Islami, dia tidak anti NKRI atau Pancasila begitu keterangan yang disampaikan. Tetapi biar semua prosedural ya kami teruskan ke dewan kehormatan universitas,” ungkap Panut, Jumat (8/6/2018).
Panut mengatakan, ia sudah pernah memanggil salah satu dari dua dosen tersebut dengan didampingi Dekan Fakultas Teknik beberapa waktu lalu. Tetapi dalam diskusi tersebut, satu dosen tersebut menolak sebagai anggota HTI dengan alasan tidak memiliki kartu anggota. “Waktu itu dia bilang, saya nggak punya kartu anggota HTI. Lha yang lain-lain juga ngga punya,” ujarnya
Alasan pemanggilan ulang keduanya karena melalui medsos mereka mengungkapkan perasaan terkait HTI dalam bentuk mendoakan, harapan atau bersimpati terhadap ormas tersebut. Panut memastikan, sebelum HTI dilarang, kedua dosen itu sangat aktif di ormas tersebut. “Saya juga ada gambarnya yang saat latihan apa itu [ormas tersebut],” kata Rektor UGM ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PLN DIY jadwalkan pemadaman listrik 19 Mei 2026 di Sleman, Bantul, dan Kota Jogja akibat pemeliharaan jaringan pukul 10.00–13.00 WIB.
Israel kembali menyerang armada bantuan Gaza di laut internasional. Puluhan kapal disita dan ratusan aktivis ditahan.
Jadwal KRL Solo–Jogja 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Palur ke Tugu. Cek jam berangkat terbaru dan tarif Rp8.000.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.