Tetenger Kamar Jenderal Sudirman Dijaga 24 Jam, Ada Apa?

Bekas tetenger kamar Jenderal Sudirman di Jalna Malioboro. - Harian Jogja - I Ketut Sawitra Mustika
20 Juli 2018 14:50 WIB Salsabila Annisa Azmi Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Tetenger atau penanda bangunan cagar budaya di depan bekas tempat kerja Jenderal Sudirman yang sempat hilang kini dijaga ketat oleh Jogoboro selama 24 jam. Sosialisasi kepada Pedagang Kaki Lima (PKL) juga dilakukan untuk menghindari miskomunikasi antara pihak UPT Malioboro dan PKL.

Sebelumnya tetenger bekas tempat kerja Jenderal Sudirman sempat hilang. Setelah menimbulkan polemik di media massa, pihak UPT Malioboro berkomunikasi dengan sesama staf. Ternyata tetenger itu dilepas untuk kepentingan sebuah acara dan tertumpuk di gudang barang UPT. Kebijakan untuk melarang PKL berjualan di sekitar tetenger pun sempat dikeluarkan.

Kepala UPT Malioboro Ekwanto mengatakan saat ini pihaknya memperbolehkan kembali PKL berdagang di sekitar tetenger. Pasalnya hilangnya tetenger bukan kesalahan PKL. "Hanya saja Jogoboro jaga tetenger 24 jam bergantian," kata Ekwanto, Jumat (20/7/2018).

Ekwanto mengatakan saat ini pihaknya mengupayakan agar antara UPT Malioboro dan PKL menjalin komunikasi yang harmonis agar kejadian salah paham terkait tetenger tidak terulang. Ekwanto mengatakan saat ini pihak UPT mengadakan pembinaan terkait pentingnya peran PKL ikut menjaga warisan budaya Kota Jogja yaitu tetenger Jenderal Sudirman.

"Menjaga warisan budaya itu tugas semua masyarakat. Maka kami juga adakan sosialisasi dan pembinaan kepada para PKL berizin di sekitar tetenger untuk ikut menjaga tetenger dan juga terkait sanksi apabila mereka merusaknya," kata Ekwanto.

Ekwanto mengatakan apabila ditemukan perilaku destruktif dari PKL maupun pihak UPT Malioboro akan ditindak tegas oleh Satpol PP. Sanksi akan ditentukan berdasar jenis pelanggaran.