Kehancuran Ekologi RI di Balik Transisi Energi Disuarakan di COP30
Nasib banyak Masyarakat Adat justru kian terancam oleh ambisi transisi energi global.
Perwakilan panitia Muhammadiyah Jogja Expo (MJE) 2018 menyerahkan plakat kegiatan MJE ke Pemimpin Redaksi Harian Jogja Anton Wahyu Prihartono./Harian Jogja-Bhekti Suryani
Harianjogja.com, JOGJA- Ribuan anak bakal membatik secara serentak di perhelatan Muhammadiyah Jogja Expo (MJE) 2018. Ekspo pertama dan terbesar organisasi Muhammadiyah di DIY ini akan menjadi ajang dakwah sekaligus hiburan bagi salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut.
Muhammadiyah Jogja Expo akan digelar 5-7 Oktober mendatang di Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Melibatkan seluruh warga Muhammadiyah yang berhimpun di berbagai organisasi sayap seperti Aisyiyah, organisasi pemuda Muhammadiyah dan masih banyak lagi.Termasuk para mahasiswa yang belajar di perguruan tinggi Muhammadiyah juga dilibatkan.
Ada ratusan stan dan berbagai bazar kuliner yang akan mengisi acara ini. Ratusan stan itu akan memamerkan potensi-potensi yang dimiliki organisasi Muhammadiyah di setiap kecamatan.
"Tiap kecamatan itu Muhammadiyah punya potensi masing-masing. Misalnya wilayah yang satu punya keunggulan di bidang kesehatan, pendidikan atau ekonomi," ungkap Nur Aisyah Haifani salah satu panitia Muhammadiyah Jogja Expo saat berkunjung ke kantor Harian Jogja, Selasa (25/9/2018).
Sejumlah kegiatan seperti pengajian akbar, talkshow, Tahfidz Alquran, membatik massal, gelar seni budaya, festival Angklung, senam massal, sepeda sehat, melukis kaligrafi, berbagai perlombaan dan sejumlah kegiatan lainnya akan memeriahkan acara ini.
Namun, kegiatan membatik massal akan menjadi salah satu kegiatan paling spesial karena melibatkan sekitar 5.000 anak. Kegiatan membatik massal yang juga akan dihadiri Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy ini sekaligus bertepatan dengan momentum Hari Batik Nasional yang jatuh pada 2 Oktober serta bertepatan dengan event Jogja International Batik Biennale 2018.
Panitia MJE lainnya Sidik Okta mengatakan, ekspo terbesar dan pertama bagi organisasi Muhammadiyah tersebut salah satu tujuannya menjadi ajang dakwah sekaligus hiburan bagi warga Muhammadiyah.
"MJE ditargetkan akan menjadi percontohan bagi organisasi Muhammadiyah di daerah lain di Indonesia. MJE yang pertama tahun ini rencananya akan menjadi kegiatan rutinan setiap tahun," ujarnya.
MJE juga menjadi ajang merekatkan persaudaraan warga Muhammadiyah jelang Pemilu 2019. "Muhammadiyah itu netral tidak berpolitik. Kami juga tidak memaksakan pilihan politik masing-masing orang. Tapi kami biasanya mengarahkan mana yang layak dan baik untuk dipilih," tambah Nur Aisyah Haifani.
Panitia menargetkan sekitar 5.000 orang akan hadir di acara ini setiap harinya. Pemimpin Redaksi Harian Jogja Anton Wahtu Prihartono mengatakan, acara seakbar Muhammadiyah Jogja Expo diperkirakan akan menyedot kehadiran lebih dari 5.000 orang dalam sehari.
"Apalagi di sini banyak kampus Muhammadiyah seperti UMY atau UAD. Saya rasa yang datang bisa lebih dari 5.000 orang dalam sehari," papar Anton.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Nasib banyak Masyarakat Adat justru kian terancam oleh ambisi transisi energi global.
Jadwal KRL Jogja–Solo 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Yogyakarta hingga Palur. Cek jam berangkat terbaru di sini.
Israel kembali menyerang armada bantuan Gaza di laut internasional. Puluhan kapal disita dan ratusan aktivis ditahan.
Jadwal KRL Solo–Jogja 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Palur ke Tugu. Cek jam berangkat terbaru dan tarif Rp8.000.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.