Pelamar Bidan di Kota Jogja Membludak, yang Diterima Hanya 19

Peserta ujian computer Assisted Test (CAT) calon pegawai negeri sipil (CPNS) mendengarkan arahan petugas sebelum melaksanakan ujian di Graha Soloraya kantor Bakorwil II Gladak, Solo, Kamis (16/10). - Solopos/Ardiansyah Indra Kumala
22 Oktober 2018 19:50 WIB Abdul Hamied Razak Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Pelamar berlatar belakang bidan mendominasi pendaftaran CPNS di Pemkot Jogja.

Saat ini, ada sebanyak 6.596 pelamar CPNS Pemkot Jogja yang dinyatakan lolos seleksi administrasi.

Dari jumlah tersebut, para pelamar didominasi lulusan kebidanan. Pasalnya jumlah pelamar yang dinyatakan lulus administrasi untuk kebidanan sebanyak 1.052 orang. Padahal bidan yang dibutuhkan hanya 19 orang.

Kepala Bidang Pengembangan Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Jogja Ary Iryawan mengatakan dari jumlah tersebut untuk Honorer K2 dari tiga formasi yang dibutuhkan jumlah pendaftar [formasi bidan] sebanyak tiga orang. “Ketiganya dinyatakan memenuhi syarat administrasi. Untuk disabilitas, dari dua pendaftar hanya satu yang memenuhi syarat administrasi,” katanya, Senin (22/10/2018).

Terkait tingginya jumlah pendaftar untuk tenaga bidan sebanyak 1.052 orang, Ary juga tidak mengetahui penyebabnya. Padahal kebutuhan bidan dalam formasi CPNS tahun ini hanya 19 orang. “Ternyata lulusan dari kebidanan juga banyak. Saya juga heran,” katanya.

Penasihat Teknis untuk Inklusi Disabilitas dan Gender Anggia Sari Puji Aryati mengatakan tekait sedikitnya jumlah pelamar disabilitas yang mendaftar bisa disebabkan karena akses informasi bagi mereka masih kurang massif. Hal itu diharapkan bisa menjadi catatan untuk penyelenggaraan CPNS pada masa mendatang.

“Kemungkinan belum banyak yang tahu [karena kebijakannya baru]. Di sini ada kendala akses informasi. Bisa jadi banyak yang belum bisa baca dan tulis. Meskipun sudah banyak yang kuliah, memiliki keterampilan dan profesional,” katanya.