Sampah Berserakan di Suaka Margasatwa Sermo, Siapa yang Bertanggung Jawab ?

KOndisi dermaga wisata di waduk Sermo seperti terlihat Selasa (23/10 - 2018). Harian Jogja/Uli Febriarni
22 November 2018 13:15 WIB Uli Febriarni Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Sampah yang berada di kawasan wisata Suaka Margasatwa Sermo menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya menjadi tanggung jawab Balai Konservasi Sumber Daya Alam Daerah Istimewa Yogyakarta (BKSDA DIY) selaku pengelola kawasan Suaka Margasatwa.

Kepala Seksi Konservasi Wilayah I (Jogja, Sleman dan Kulonprogo) Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) DIY, Untung Suripto, mengungkapkan kegiatan atau aktivitas wisata memberikan banyak dampak positif bagi suatu wilayah maupun daerah. Kendati demikian dampak negatif juga bisa muncul, salah satunya sampah.

Menurut Untung BKSDA adalah pengelola kawasan, tetapi pengunjung dan pemanfaat, dalam hal ini pelaku dagang, pelapak juga punya kewajiban perihal bagaimana sampah bisa dikelola dengan baik. “Kami sudah melakukan pertemuan dengan kelompok wisata, pelaku wisata, penjual, pengelola wisata, termasuk pemerintah desa serta pengelola desa wisata. Kemudian muncul satu kesimpulan pengelolaan sampah adalah tanggung jawab bersama, walaupun masih terbatas dari beberapa pengelola wisata saja," kata dia, Kamis (22/11/2018).

Ia mengungkapkan masih banyak wisatawan yang nakal membuang sampah sembarangan di kawasan Suaka Margasatwa Sermo. Belum lama ini, BKSDA memberhentikan bus yang penumpangnya membuang sampah di hutan suaka.

"Mungkin mereka berpikir karena tidak ada yang menjaga jadi merasa bebas membuang sampah. Untuk itu kami juga menggandeng masyarakat setempat sebagai mitra Polisi Hutan. Kalau ada yang buang sampah di sana, kami sampaikan pesan secara baik-baik dan persuasif," ujarnya.

Pegiat Karang Taruna Desa Hargowilis, Kecamatan Kokap, Ari Widiyanto, menjelaskan ada beberapa titik di kawasan Suaka Margasatwa Sermo yang menjadi lokasi membuang sampah oleh para wisatawan. Misalnya saja di sejumlah titik yang biasanya menjadi tempat nongkrong anak muda kala sore hari, dijumpai banyak plastik bekas kemasan makanan ringan. Menurut dia diperkirakan banyak pengunjung yang berwisata itu kemudian jajan dan membuang sampah di sana.

Ia menambahkan, sempat pula dijumpai sampah rumah tangga seperti popok bekas pakai, botol kecap dan botol minuman berenergi di sejumlah titik. Diduga sampah-sampah itu dibuang saat malam hari, agar tidak ketahuan. "Kami pernah menemukan satu karung berisi bangkai ayam potong. Mungkin ada pihak yang sengaja membuangnya di sana," katanya.