Diguyur Hujan, Rumah Warga Samigaluh Ini Terancam Amblas

Kondisi tebing ambrol yang ada di rumah kediaman Sudarto, 55 tahun, warga Dusun Menggermalang, Desa Gerbosari, Kecamatan Samigaluh, Rabu (28/11/2018). - Harian Jogja/Uli Febriarni
28 November 2018 22:40 WIB Uli Febriarni Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO -Rumah Sudarto, warga Dusun Menggermalang, RT 74, RW 36, Desa Gerbosari, Kecamatan Samigaluh terancam amblas. Setelah tebing setinggi 15 meter dan panjang 12 meter di belakang rumah ambrol, usai diguyur hujan dengan intensitas tinggi, Selasa (27/11/2018).

Istri Sudarto, Astuti menuturkan, di rumah mereka sesungguhnya sudah ada rekahan yang terlihat sejak 11 November 2018. Sudarto, suaminya, sudah menambal rekahan dengan semen dan pasir. Namun, setelah hujan lebat menguyur setengah hari pada Selasa, longsor terjadi di titik tersebut dan tanah ambrol menerjang kandang sapi dan instalasi biogas.

"Waktu rekahan pertama, tanah sudah mulai turun dan bergeser sampai lima kali. Karena longsor itu, pondasi dapur dan tempat ibadah keluarga menggantung, sapi kami pindahkan," ujarnya, Rabu (28/11/2018).

Sekarang, Astuti dan keluarga hanya bisa pasrah. Karena tidak memiliki lahan maupun rumah lain untuk mengungsi.

"Ada rumah di bawah sana, dulu kami tinggal di sana. Tapi kami takut terkena longsor lalu pindah ke sini, eh di sini malah kena longsor," ucapnya.

Sementara itu, Sudarto mengatakan, sekarang ini mau tak mau, keluarga mereka harus mengungsi ketika hujan turun dengan intensitas tinggi dan dalam waktu yang lama.

Ia berencana membuat talut untuk penahan longsor susulan, bila sudah memiliki dana.

Kasi Pemerintahan Desa Gerbosari, Saronto mengungkapkan, longsor yang terjadi di Dusun Menggermalang ini bukan kali pertama, setiap musim penghujan dipastikan ada titik terjadinya longsor.

Disinggung mengenai penanganan longsor yang menimpa Sudarto, Pemdes Gerbosari sudah melakukan tindakan penanganan darurat bencana, imbuh dia. Begitu terjadi longsor, warga dan relawan langsung terjun membantu mengevakuasi material longsor.

"Kebetulan Desa Gerbosari memiliki elemen Kampung Siaga Bencana (KSB)," terangnya.

Menurut dia, relokasi adalah solusi yang paling tepat untuk diambil oleh keluarga Sudarto. Namun sayangnya, mereka tak memiliki lahan lain untuk pindah. Sehingga Pemdes berembuk dengan keluarga Sudarto, sebagai solusi sementara, Pemdes meminta bangunan yang berada tepat di atas longsor tidak dipergunakan lagi.