Advertisement
Dilarang Pemerintah, Warga Masih Huni Kawasan Rawan Bencana III Merapi

Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN- Pascaletusan Gunung Merapi 2010, berdasarkan Perbup Sleman No.20/2011 tentang Kawasan Rawan Bencana (KRB) Gunung Merapi, ada 4.672 hektare masuk pada KRB III. Dalam aturan, KRB III idealnya tidak diperuntukan bagi hunian. Meski demikian, di wilayah KRB III masih ada pengembangan hunian.
Kasubid Pertanahan dan Penataan Ruang Badan Pembangunan dan Perencanaan Daerah (Bappeda) Sleman, Dona Saputra Ginting mengatakan wilayah yang masuk pada KRB III masih diperbolehkan dihuni. Namun, dalam hunian tersebut tidak boleh ada pengembangan. "Harusnya zero growth atau tanpa pengembangan," kata Dona pada Rabu (26/12/2018).
Advertisement
Berdasarkan Perbup tersebut ada empat kecamatan yang masuk pada KRB III antara lain Turi, Cangkringan, Pakem, dan Ngemplak. KRB III Gunung Merapi yaitu kawasan yang letaknya dekat dengan sumber bahaya yang sering terlanda awan panas, aliran lava, guguran batu, lontaran batu dan hujan abu lebat.
"Ada beberapa wilayah khusus dijelaskan dalam Perbup itu tidak boleh sama sekali diperuntukan hunian," kata Dona. Wilayah tersebut antara lain Padukuhan Pelemsari dan Pangukrejo di Desa Umbulharjo, Padukuhan Kaliadem, Petung, dan Jambu di Desa Kepuharjo. Ada juga Padukuhan Kalitengah Lor, Kalitengah Kidul, dan Srunen di Desa Glagaharjo.
Meski demikian, warga masih tetap ada yang mambangun dan mengembangkan hunian di KRB III tersebut. Kepala Desa Kepuharjo, Heri Suprapto mengatakan ada sebagian warganya yang juga membangun hunian di wilayah yang masuk pada KRB III.
"Ada di wilayah Kopeng itu yang mendirikan bangunan, rata-rata digunakan semi permanen saja. Itu juga jumlahnya tidak banyak," katanya pada Rabu (26/12/2018).
Ia mengatakan, Pemkab Sleman menyediakan hunian tetap (huntap) bagi warga yang masuk pada KRB III. Namun, warga masih tetap menempati hunian di wilayah KRB III. Menurutnya, huntap tersebut hanya digunakan sebagai jaga-jaga saja apabila sewaktu-waktu harus pindah.
Menurut Heri, warganya tetap menempati wilayah KRB III karena alasan mata pencaharian yang tetap didapatkan warga di wilayah tersebut. Bergitu juga dengan salah satu warga yang masuk KRB III di Dusun Kalitengah Lor, Desa Glagaharjo, Supri.
Ia mengatakan tidak menempati huntap yang disediakan pemerintah karena mata pencahariannya dan juga hewan peliharaannya yang tidak bisa dibawa ketika pindah ke huntap.
"Di sini kami kalau mau nasi, sayur ya gampang carinya, kalau di huntap kan apa-apa serba beli. Selian itu juga, saya punya peliharaan seperti sapi anjing, susah nanti untuk dibawa ke huntap," kata Supri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement

Indonesia Terkena Tarif 32 Persen Donald Trump, Bapans Dorong Peningkatan Produksi Pangan Dalam Negeri
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Jumlah Kendaraan Keluar Jogja Meningkat di H+2 Lebaran, Tempel Jadi Perbatasan Paling Sibuk
- Cuaca Ekstrem Masih Berpotensi Terjadi Hari Ini
- Lebaran, PMI DIY Imbau Warga Jangan Lupa Tetap Donor Darah Agar Stok Terjaga
- Antisipasi Gangguan Keamanan, Polisi Mengintensifkan Patroli Wisata di Bantul
- BPBD Bantul Imbau Warga Waspadai Potensi Bencana Akibat Cuaca Ekstrem hingga 4 April 2025
Advertisement
Advertisement