Gudang KPU Gunungkidul Akan Disemprot Cairan Anti Rayap Secara Rutin

Komisioner Bidang Teknis KPU Gunungkidul, Andang Nugroho mencoba menduduki kotak suara berbahan dupleks di Kantor KPU Gunungkidul, Rabu (19/12/2018). - Harian Jogja/Herlambang Jati Kusumo
28 Desember 2018 06:17 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – KPU Gunungkidul benar-benar memperhatikan keamanan logistik pemilu, khususnya berkaitan dengan kotak dan bilik suara yang terbuat dari karton. Untuk pemeliharaan akan dilakukan penyemprotan anti rayap secara berkala.

Ketua KPU Gunungkidul Ahmadi Ruslan Hani mengatakan, untuk penyemprotan cairan anti rayap telah dilakukan pertama kali pada saat kotak suara akan dikirim dari pusat. Rencananya, penyemprotan akan dilakukan kembali sehingga logistik terbebas dari ancaman kerusakan. “Rencananya pada Januari mendatang, kami akan menyemprot cairan anti rayap lagi,” kata Hani kepada wartawan, Kamis (27/12/2018).

Menurut dia, teknis penyemprotan dilakukan secara menyeluruh. Selain disebarkan mengenai seluruh logistik kotak dan bilik suara, di kolong-kolong panggung juga disemprot sehingga rayap tidak muncul dari bawah lantai. “Tempat penyimpanan memang dibuat panggung sehingga pengawasan bisa lebih mudah dilakukan,” ungkapnya.

Disinggung mengenai kondisi, Hani mengaku memastikan logistik masih dalam keadaan baik. Guna memastikan logistik Pemilu 2019 dalam keadaan aman, KPU juga dibantu dari aparat kepolisian.

“Untuk pengamanan internal, kami siapkan dua personel. Sedang dari betugas kepolisian setiap hari ada delapan personel yang bertugas secara bergantian,” katanya lagi.

Untuk memastikan kelancaran dalam pelaksanaan pemilu, rencananya hari ini (Jumat 28/12/2018) KPU menggelar rapat konsulidasi terkait dengan kesiapan pemilu 2019. “Acara akan diselenggarakan di Bangsal Sewokoprojo, Wonosari,” imbuhnya.

Lebih jauh dikatakan Hani, untuk logistic dari KPU Pusat belum semuanya dikirim. Hal ini terjadi karena logistik seperti kertas suara masih dalam proses pengadaan. “Memang masih ada yang belum dikirim. Sebagai contoh, kertas suara, kami baru mengirimkan jumlah DPT untuk menyiapkan kebutuhan surat suara di Gunungkidul yang harus dicetak,” katanya.

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Gunungkidul, Is Sumarsono mengatakan, pihaknya telah melakukan pengecekan terhadap gudang penyimpanan milik KPU. Ia pun berharap logistik pemilu benar-benar dijaga sehingga tidak ada kerusakan. Tujuannya agar saat digunakan berfungsi dengan normal.

Menurut dia, untuk teknis pengamanan menyerahkan sepenuhnya ke KPU selaku penyelenggara pemilu. “Ya kami minta untuk dijaga agar tidak rusak,” katanya.