Harga Cabai Rawit di Gunungkidul Naik Lagi, Tembus Rp80.000
Harga cabai rawit merah di Gunungkidul kembali naik hingga Rp80.000 per kilogram dipicu meningkatnya permintaan jelang rasulan.
Kondisi jalan kabupaten yang menghubungkan Desa Candirejo, Kecamatan Semin dengan Desa Sambirejo, Kecamatan Ngawen, tepatnya di Dusun Bangunsari, Desa Candirejo, Minggu (20/1/2019)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja,com, GUNUNGKIDUL–Ketua Komisi C DPRD Gunungkidul, Purwanto, mengatakan hingga saat ini Pemkab belum miliki konsep yang jelas terkait dengan perbaikan jalan. Untuk itu ia meminta agar dalam pembangunan terdapat perencanaan yang lebih sistematis. “Bisa dilihat kondisi jalan di Gunungkidul masih banyak yang rusak. Jadi, untuk perbaikan harus ada konsep yang jelas,” kata Purwanto, Minggu (20/1/2019).
Menurut dia, untuk perencanaan program bisa mencontohkan di Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Ia mengatakan, di kabupaten ini di sudah memiliki grand design untuk pembuatan jalan hotmix sepanjang 5.025 kilometer. Tak tanggung-tanggung, anggaran yang diproyeksikan untuk menyelesaikan program ini mencapai Rp1,5 triliun.
“Program ini sangat bagus karena ada kejelasan terkait dengan sasaran pembangunan jalan yang dimiliki. Untuk program ini kami sudah sampaikan ke Pemkab, tapi hingga sekarang belum ada realisasinya,” kata politikus Partai Gerindra ini.
Untuk pembiayaan Purwanto mengakui tidak bisa ditanggung sendiri. Namun demikian hal tersebut bukan menjadi masalah karena Pemkab bisa mengajukan bantuan baik ke Pemda DIY maupun Pemerintah Pusat. “Dalam implementasinya tidak langsung dibangun semua karena dilaksanakan secara bertahap. Tapi yang jelas kalau sudah ada grand design program akan lebih tersistem,” katanya.
Selain masalah pembangunan, Purwanto juga menyoroti rencana pemeliharaan jalan. Untuk mengatasi kerusakan yang bersifat on the spot, Pemkab harus memiliki tim reaksi cepat. Tim ini selalu bersiaga untuk perbaikan saat dibutuhkan. “Jadi saat menerima laporan tentang jalan rusak, tim langsung bergerak untuk memperbaiki,” katanya.
Kepala Seksi Pemeliharaan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Wadiyana, mengatakan panjang jalan kabupaten di Gunungkidul mencapai sekitar 1.200 kilometer. Saat ini hampir 60% jalan yang ada dalam kondisi rusak, sedangkan 40% sisanya sesuai standar kelayakan jalan kabupaten.
Menurut dia, untuk proses perbaikan belum memiliki grand design yang pasti. Sebab, pada prosesnya dilakukan hanya sebatas skala prioritas keutamaan jalan. “Ini berkaitan dengan terbatasnya kemampuan anggaran. Jadi program perbaikan harus bertahap dengan mengacu skala prioritas,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Harga cabai rawit merah di Gunungkidul kembali naik hingga Rp80.000 per kilogram dipicu meningkatnya permintaan jelang rasulan.
Rusia menyerahkan 528 jenazah tentara kepada Ukraina dalam proses repatriasi terbaru di tengah perang yang masih berlangsung.
Erupsi Gunung Semeru disertai awan panas guguran, kolom abu 1.000 meter, status tetap Level III Siaga.
Pakar Hukum Tata Negara Unej meminta BK DPRD Jember memberi sanksi tegas kepada legislator yang bermain gim saat rapat.
Tiket laga kandang terakhir PSIM Jogja vs Madura United di SSA Bantul habis terjual, 8.500 suporter siap padati stadion.
Sebanyak 11 pemain masuk nominasi IBL Sportsmanship Award 2026 berkat permainan bersih sepanjang musim reguler IBL.