Kemarau Panjang hingga November, Dewan Minta Pangan Gunungkidul Dijaga
DPRD Gunungkidul meminta pemkab memperkuat mitigasi dampak kemarau panjang hingga November agar pertanian dan stok pangan tetap aman.
Kondisi jalan kabupaten yang menghubungkan Desa Candirejo, Kecamatan Semin dengan Desa Sambirejo, Kecamatan Ngawen, tepatnya di Dusun Bangunsari, Desa Candirejo, Minggu (20/1/2019)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja,com, GUNUNGKIDUL–Ketua Komisi C DPRD Gunungkidul, Purwanto, mengatakan hingga saat ini Pemkab belum miliki konsep yang jelas terkait dengan perbaikan jalan. Untuk itu ia meminta agar dalam pembangunan terdapat perencanaan yang lebih sistematis. “Bisa dilihat kondisi jalan di Gunungkidul masih banyak yang rusak. Jadi, untuk perbaikan harus ada konsep yang jelas,” kata Purwanto, Minggu (20/1/2019).
Menurut dia, untuk perencanaan program bisa mencontohkan di Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Ia mengatakan, di kabupaten ini di sudah memiliki grand design untuk pembuatan jalan hotmix sepanjang 5.025 kilometer. Tak tanggung-tanggung, anggaran yang diproyeksikan untuk menyelesaikan program ini mencapai Rp1,5 triliun.
“Program ini sangat bagus karena ada kejelasan terkait dengan sasaran pembangunan jalan yang dimiliki. Untuk program ini kami sudah sampaikan ke Pemkab, tapi hingga sekarang belum ada realisasinya,” kata politikus Partai Gerindra ini.
Untuk pembiayaan Purwanto mengakui tidak bisa ditanggung sendiri. Namun demikian hal tersebut bukan menjadi masalah karena Pemkab bisa mengajukan bantuan baik ke Pemda DIY maupun Pemerintah Pusat. “Dalam implementasinya tidak langsung dibangun semua karena dilaksanakan secara bertahap. Tapi yang jelas kalau sudah ada grand design program akan lebih tersistem,” katanya.
Selain masalah pembangunan, Purwanto juga menyoroti rencana pemeliharaan jalan. Untuk mengatasi kerusakan yang bersifat on the spot, Pemkab harus memiliki tim reaksi cepat. Tim ini selalu bersiaga untuk perbaikan saat dibutuhkan. “Jadi saat menerima laporan tentang jalan rusak, tim langsung bergerak untuk memperbaiki,” katanya.
Kepala Seksi Pemeliharaan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Wadiyana, mengatakan panjang jalan kabupaten di Gunungkidul mencapai sekitar 1.200 kilometer. Saat ini hampir 60% jalan yang ada dalam kondisi rusak, sedangkan 40% sisanya sesuai standar kelayakan jalan kabupaten.
Menurut dia, untuk proses perbaikan belum memiliki grand design yang pasti. Sebab, pada prosesnya dilakukan hanya sebatas skala prioritas keutamaan jalan. “Ini berkaitan dengan terbatasnya kemampuan anggaran. Jadi program perbaikan harus bertahap dengan mengacu skala prioritas,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul meminta pemkab memperkuat mitigasi dampak kemarau panjang hingga November agar pertanian dan stok pangan tetap aman.
Gunung Anak Krakatau kembali erupsi Sabtu siang. Kolom abu mencapai 400 meter dan nelayan serta wisatawan diminta menjauh 2 kilometer.
Video mahasiswa baru ISI Solo berjoget di Pendopo Ageng viral. Kampus meminta maaf dan menyiapkan edukasi etika serta wawasan budaya.
PSS Sleman masih membuka peluang meminjamkan pemain ke Liga 2 dan merekrut pemain muda baru sesuai gaya permainan tim.
PLTS 30 GW segera dilelang pada 2026 sebagai tahap awal target 100 GW. Investor masih menghadapi tantangan jaringan, regulasi, dan pembiayaan.
Karhutla Riau mencapai 16.264 hektare. Pemprov Riau menyemai 26 ton garam lewat OMC dan mengerahkan enam helikopter.