Penimbunan 400.000 Liter Solar Subsidi di Semarang Terbongkar, Hambat Distribusi BBM
ESDM mengamankan penimbunan 400.000 liter solar subsidi di Semarang yang diduga akan dijual ke sektor industri, perkebunan, dan pertambangan.
Ilustrasi kecelakaan lalu lintas.JIBI
Harianjogja.com, BANTUL -- Orang tua korban tragedi truk dikemudikan sengaja dengan zig-zag atau dikenal Kapten Oleng menyatakan tidak mengetahui jika anaknya pergi dengan bermotor tanpa menggunakan helm. orang tua korban berharap peristiwa itu diselesaikan secara kekeluargaan.
Sebelumnya dua pelajar SMP asal Dusun Jaten, Desa Sendangsari, Pajangan, Bantul, Viki Dwi Pratama dan Tri Irwantoro menjadi korban kecelakaan fenomena truk Kapten Oleng di Jalan Jalur Lintas Selatan (JJLS), Gadingsari, Sanden, Bantul pada Minggu (20/1/2019) petang. Kepolisian telah menahan Muhammad Faisal selaku pengemudi truk yang melakukan aksi Kapten Oleng tersebut. Kecelakaan itu bermula saat truk bernomor polisi AB 8482 TK hendak pulang dari acara festival truk di Pantai Goa Cemara dan melakukan aksi Kapten Oleng yang dan lepas kendali dan mengakibatkan menabrak motor dari arah yang berlawanan.
Tri Irwantoro yang juga pelajar kelas VII SMP 3 Pandak, Bantul masih dalam kondisi sadar dengan luka bagian wajah, berbeda dengan temannya, Fiki saat itu tidak sadarkan diri. Saat ini kondisi korban terutama Irwantoro mulai membaik, sedangkan Fiki mulai sadarkan diri dari koma.
Welas Asih yang juga orang tua Tri Irwantoro mengaku tidak mengetahui secara detail peristiwa itu terjadi. Menurutnya Minggu (20/1/20190 sore tiba-tiba orang datang ke rumahnya memberikan informasi anaknya mengalami kecelakaan. "Ada orang datang dikasih tau anaknya Tri Irwantoro kecelakaan, kaget saya," ucapnya kepada Harian Jogja, Selasa (22/1/2019).
Ia menambahkan, saat peristiwa itu terjadi Tri Irwantoro dalam posisi membonceng. Menurutnya tidak menggunakan helm saat itu. Selain itu, ia tidak mengetahui detail anaknya pergi dengan tidak menggunakan helm.
Welas berharap kasus itu diselesaikan secara kekeluargaan namun ia sepenuhnya mengikuti kehendak keluarganya. "Saya inginnya diselesaikan secara kekeluargaan, tapi saya menurut sama bapaknya saja mau bagaimana. Semoga kejadian ini enggak terulang lagi, kasihan mereka berdua sudah enggak masuk sekolah dari kemarin Senin. Doain saja agar cepat sehat,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
ESDM mengamankan penimbunan 400.000 liter solar subsidi di Semarang yang diduga akan dijual ke sektor industri, perkebunan, dan pertambangan.
LPDP membuka tujuh program beasiswa Co-Funding 2026 untuk S2 dan S3 di lima negara. Simak kampus tujuan, syarat usia, skor bahasa Inggris, dan jadwal seleksi.
PCA Ngampilan menggelar Temu Lansia DCLA Siti Walidah yang diikuti 200 peserta, disertai pemeriksaan kesehatan gratis dan kajian keagamaan.
Mario Aji mengamankan posisi start ke-11 pada kualifikasi Moto2 GP Malaysia 2026. Daniel Holgado merebut pole position di Sirkuit Sepang.
Dhyen Gaseng dan Om Wawes mundur dari RANS Carnival di Stadion Maguwoharjo. Keduanya memilih menghormati kondisi masyarakat Jogja.
Madura United menang 1-0 atas PSM Makassar di Stadion Gelora BJ Habibie. Gol Iran Junior dan sejumlah penyelamatan Angga Saputro jadi penentu.