Kelurahan Baciro Butuh Ruang Ekspresi untuk Pemuda. Ini Alasannya

Lurah Baciro Sulasmi (tengah) saat melayani warga yang datang ke kelurahan, Selasa (22/1 - 2019). Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
23 Januari 2019 04:57 WIB Abdul Hamied Razak Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Ruang berekspresi bagi kalangan remaja dan pemuda menjadi salah satu yang perlu disediakan di kelurahan. Selain sebagai wadah kreativitas, keberadaan ruang berekspresi tersebut juga untuk menyalurkan minat dan bakat mereka pada kegiatan positif.

Hal itu juga yang ada dalam benak Lurah Baciro Gondokusuman, Sulasmi. Meski baru dua pekan memimpin kelurahan yang memiliki 87 RT dan 21 RW itu, dia sudah memikirkan bagaimana aspirasi kalangan remaja dan pemuda ini bisa juga diserap.

"Tentu sesuai kebutuhan mereka. Saya masih akan melakukan pertemuan dengan pemuda karangtaruna," katanya kepada Harian Jogja, Selasa (22/1/2019).

Baginya, keberadaan ruang berekspresi para remaja dan pemuda penting. Secara umum, katanya, perkembangan teknologi informasi saat ini jika tidak ada bekal yang membentengi, dapat menuntun remaja dan pemuda ke arah yang negatif.

"Nah dampak-dampak negatif dari perkembangan teknologi itu sebisa mungkin harus diantisipasi. Salah satunya dengan adanya ruang atau sarana khusus bagi mereka," kata Sulasmi.

Dia membidik keberadaan ruang terbuka hijau (RTH) di RW 7 Pengok Kidul yang bisa menjadi salah satu ruangan berekspresi bagi para pemuda-pemudi Baciro. Salah satunya, dengan mendorong agar RTH tersebut bisa ditata dengan baik agar dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk kegiatan dan pemberdayaan warga.

Mantan Lurah Pandeyan Umbulharjo ini mengatakan, selama di Pandeyan dia secara aktif meminta keterlibatan pemuda karangtaruna untuk ikut membangun kelurahan. Hal itu juga yang menjadi fokus pembangunan Pemkot yang berbasis pada kampung.

"Tahun ini ada program khusus remaja dan pemuda yang diusulkan terkait dengan pembinaan mental. Di Pandeyan, pemuda karangtaruna minta ada pelatihan wirausaha agar mereka juga produktif. Ini yang juga dapat diterapkan di sini," ujarnya.

Sebagai lurah baru, Sulasmi akan mempelajari dan mendalami segala potensi yang ada di kelurahan tersebut. Hal itu juga sudah disampaikan kepada para kader-kader PKK. Selain program yang akan dilakukan seusai kebutuhan masyarakat, juga dapat senyampang dengan program Pemkot.

"Misalnya soal pemberdayaan. Nanti bisa selaras dengan program Gandeng Gendong Pemkot. Di mana akan dibentuk kelompok-kelompok produksi kuliner yang juga melibatkan warga KMS. Hasilnya akan dibeli untuk konsumsi pada setiap kegiatan rapat secara bergiliran," katanya.

Program tersebut juga bisa diisi oleh kalangan remaja dan pemuda dengan sistem berkelompok. Hal itu juga dinilai sabagai bagian dari upaya untuk pemberdayaan masyarakat dan memupuk semangat membangun wilayah, bangun kampung.

"Agar mereka [kalangan pemuda] ada kegiatan positif dan produktif. Seperti menambah uang jajan. Yang penting ada kemauan dulu dari mereka. Kalau sudah mau, kemampuan bisa diupayakan dengan pelatihan dan lainnya," ujar Sulasmi.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jogja Suyana mengatakan RTH Publik di Baciro terdapat di Taman Bakung RW 08. Lokasi tersebut dilengkapi dengan tanaman dan pepohonan yang menonjolkan keasrian Taman Bakung. Luasnya sekitar 711 meter persegi.

Sejak 2017, DLH melakukan pemeliharaan intensif dan hingga kini pihaknya melakukan dua kali renovasi dan perbaikan segala fasilitas di RTH tersebut. "Selain ada sarana olahraga juga ada gazebo untuk warga, tempat sampah pilah dan komposter juga disediakan," katanya.