Jumlah Zakat Meningkat, Baznas Masih Kesulitan Kategorikan Budak

28 Januari 2019 18:55 WIB Uli Febriarni Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Kinerja Badan Amil Zakat Nasional Daerah Istimewa Yogyakarta (Baznas DIY) meningkat pada 2018 dibandingkan dengan tahun lalu. Penghimpunan dana yang berasal dari para muzaki (pembayar zakat) mencapai 33%.

Ketua Baznas DIY Bambang Sutiyoso mengatakan dana yang dihimpun Baznas berasal dari para aparatur sipil negara, serta swasta yang tergabung dalam 67 unit pengumpul zakat (UPZ) se-DIY. Zakat juga berasal dari perorangan. Menurut dia, peningkatan jumlah zakat yang dapat dihimpun itu, disebabkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap Baznas DIY.

“Sebagai lembaga penghimpun dana, kami juga tertib audit laporan keuangan, baik audit yang dilakukan oleh akuntan publik dan auditor syariah Kementerian Aga,a," kata Bambang dalam temu media, Senin (28/1/2019).

Capaian pentasyarufan (pendistribusian) dana yang dihimpun Baznas DIY juga meningkat. Pendistribusian dana disalurkan berdasarkan tujuh asnaf (penerima zakat), yaitu fakir, miskin, amil, muallaf, fisabilillah, ibnu sabil, gharimin. Namun, ada satu asnaf yang belum pernah menjadi sasaran distribusi zakat, yaitu riqab atau budak.

“Kategori budak ini sangat sukar ditentukan dan didapatkan oleh kami, jadi pendistribusian dilakukan kepada tujuh asnaf tadi,” ujarnya.

Pada tahun yang sama, selain kinerja pengelolaan keuangan, Baznas juga menunjukkan komitmennya pada sejumlah program unggulan. Antara lain beasiswa, bedah surau, pemberdayaan ekonomi, Baznas Tanggap Bencana dan kerja sama dengan banyak instansi. Baznas mengharapkan kinerja pada 2019 semakin meningkat sehingga manfaat zakat semakin dirasakan oleh masyarakat. Terutama dalam menyejahterakan dan meningkatkan perekonomian masyarakat.

Wakil Ketua I Bidang Penghimpunan Baznas DIY Munjahid mengatakan peningkatan capaian zakat terhimpun signifikan bila dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. Per tahun, biasanya Baznas hanya mampu menghimpun dana sekitar Rp800 juta. Selain karena pengelolaan keuangan yang transparan dan akuntabel, kemajuan kinerja Baznas didukung pula dengan adanya sejumlah upaya lain. Misalnya saja, menyurati OPD mendorong ASN membayar ZIS, memberikan kemudahan pembayaran zakat bisa dilakukan di ATM dan diakses lewat Sistem Informasi Manajemen Baznas (SIMBa).