Upgrade Mobil Makin Mudah, OLXmobbi Hadir di GIIAS 2026
OLXmobbi kembali jadi mitra trade-in GIIAS 2026 dengan cashback hingga Rp35 juta dan proses cepat kurang dari satu jam.
Pelukis berfoto di depan lukisan Alibasyah Sentot Prawirodirjo dalam pameran bertajuk Pangeran Diponegoro di Jogja Gallery, belum lama ini. /Harian Jogja-Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA--Paguyuban Trah Pangeran Diponegoro (Patrapadi) dan Jogja Galery menggelar pameran lukisan bertajuk Pangeran Diponegoro. Sebanyak 50 lukisan yang terinspirasi dari naskah Babad Diponegoro dipajang di Jogja Gallery.
Direktur Eksekutif Jogja Gallery, KRMT Indro \'Kimpling\' Suseno menjelaskan pemeran yang digelar sejak Jumat (1/2/2019) hingga Minggu (24/2/2019) mendatang berupaya menghadirkan kembali sosok Diponegoro. Sosok tersebut tidak hanya dikenal sebagai pahlawan nasional tetapi juga memiliki banyak cerita yang tidak diketahui khalayak. Melalui karya 51 pelukis kontemporer, mereka menghadirkan 50 lukisan bersumber dari Babad Diponegoro.
"Babad Diponegoro itu ditulis pada tahun 1831-1832. Ditulis langsung oleh Pangeran Diponegoro. Dari tulisan itulah muncul ide bersama-sama memilih naskah pupuh yang menggambarkan adegan-adegan terbaik pangeran Diponegoro," katanya di sela-sela pembukaan pameran, Jumat (1/2/2019).
Seremoni pembukaan pameran tersebut dilakukan Duta Besar RI untuk China, Djauhari Oratmangun. Sejumlah tokoh seni budaya di DIY juga hadir, seperti maestro lukis Djoko Pekik dan kolektor lukis Oei Hong Djian. Pameran tersebut untuk pertama kalinya dilakukan khusus memvisualisasikan kisah hidup Pangeran Diponegoro.
Salah seorang kurator Pemeran Sastra Rupa Gambar Pangeran Diponegoro, Mikke Susanto mengatakan 50 adegan yang dilukis dari naskah babad mencangkup perjalanan Diponegoro ketika berumur lima tahun hingga ditangkap Belanda. Masing-masing pelukis bertugas menggambar satu adegan. Namun ada dua pelukis yang bergabung untuk menggambar satu adegan, khususnya adegan terakhir saat Diponegoro ditipu.
Adegan terakhir saat Diponegoro bertemu Jenderal De Kock di Magelang, dilukis dua seniman, Haris Purnomo dan Ronald Manullang. "Keduanya diberi satu teks untuk menghasilkan sebuah lukisan. Hanya sampai pada adegan itu. Kami tidak melukis adegan saat Diponegoro diasingkan," kata dosen ISI Jogja itu.
Menurutnya, melukis Pengeran Diponegoro berdasarkan naskah babad tidaklah mudah. Apalagi wajah dan perawakan Pangeran Diponegoro nyaris tanpa referensi. Hanya saja secara umum, masyarakat menggambarkan Pangeran Diponegoro sebagai sosok yang gagah, kharismatik, menunggang kuda, dan mengenakan jubah putih yang berkibar-kibar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
OLXmobbi kembali jadi mitra trade-in GIIAS 2026 dengan cashback hingga Rp35 juta dan proses cepat kurang dari satu jam.
Maroon 5 akan konser di Jakarta pada 5 Februari 2027. Simak harga tiket, jadwal presale, dan cara pembelian tiketnya.
KPK memeriksa mantan Dirut Bank BJB Yuddy Renaldi sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan iklan periode 2021-2023.
Wacana pembatasan BBM subsidi untuk desil 9-10 berpotensi berdampak pada 51 juta warga kelas menengah dan calon kelas menengah.
Kejagung memastikan kasus transfer pricing PT Toba Pulp Lestari berbeda dari laporan Purbaya Yudhi Sadewa dan rugikan negara Rp2 triliun.
DPRD DIY mengingatkan warga tidak mudah percaya isu kerusuhan Agustus dan meminta masyarakat lebih cermat memilah informasi.