Advertisement
Gawat, Monumen Serangan Oemoem Jadi Sasaran Corat-Coret
Ilustrasi vandalisme - Harian Jogja/Herlambang Jati Kusumo
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA--Monumen Serangan Oemoem 1 Maret jadi sasaran corat-coret oknum tak bertanggungjawab. Kali ini, coretan berbentuk cap telapak tangan muncul mengotori bagian relief monumen dengan menggunakan cat berwarna-warni.
Koordinator Konservator Museum Benteng Vredeburg Jogja, Darsono mengungkapkan, coretan tersebut kali pertama diketahui pada Jumat (15/2/2019) malam, namun laporan baru ia terima pada Senin (18/2/2019). Ia menjelaskan, selama ini beberapa kali corat-coret memang bisa ditemukan di bagian monumen, namun bukan di bagian relief. Sedangkan saat ini kotoran bahkan ada di bagian relief.
Advertisement
"Ini baru sekali dan yang terparah. Kami bahkan harus mendatangkan ahli patungnya," kata dia, Selasa (19/2/2019).
Darsono menjelaskan, belum lama ini, monumen sudah direstorasi. Dengan adanya kejadian ini, petugas kembali harus membersihkan coretan dengan cara menyemprot dan menyikatnya dengan hati-hati. Ia mengaku tak begitu mengetahui pasti jenis cat yang digunakan.
Pada saat memeriksa ke lapangan, jajarannya juga menemukan empat botol cat berwarna pink dan ungu. Darsono berharap pelaku corat-coret bisa ditemukan. Ia menyesalkan, seharusnya anak muda berkreasi untuk hal positif, tetapi justru melakukan hal yang negatif. Ia berharap, pihak terkait ada yang memberikan ruang ekspresi bagi anak muda, agar mereka tidak mengulangi tindakan merugikan ini.
Untuk mengantisipasi hal serupa terulang kembali, Museum Benteng Vredeberg akan memasang sirkuit kamera televisi tersembunyi tambahan, yang bisa merekam aktivitas di monumen. Selain itu juga menambah lampu penerangan. Petugas keamanan pun didorong untuk selalu melakukan pengawasan, baik melalui CCTV maupun di lapangan.
"Supaya ketahuan siapa yang usil. Selama ini yang kelihatan kalau ada yang memanjat-manjat pagar. Kami selalu mendorong petugas keamanan untuk selalu mengawasi, baik lewat kamera tersembunyi maupun langsung di lapangan," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Siklon Penha Picu Banjir dan Longsor di Filipina, 8 Orang Meninggal
Advertisement
India Deportasi 2 Turis Inggris yang Tempel Stiker Free Palestine
Advertisement
Berita Populer
- 21.000 Peserta BPJS PBI Jogja Dinonaktifkan, Ini yang Dilakukan Dinkes
- BPPTKG Tegaskan Aktivitas Gunung Merapi Normal Setelah Gempa Pacitan
- Program MBG Sleman Jangkau 251 Ribu Penerima, 110 SPPG Aktif
- Sidang Korupsi Kalurahan Bohol GK Masuk Tahap Tuntutan Pekan Depan
- Konser Origin Fest Hadirkan Line-up Internasional, Tiket Tembus 12.000
Advertisement
Advertisement



