Jalan Baru Harus Mampu Tingkatkan Kunjungan Wisata ke Embung Batara Sriten

Seorang pengendara melintas di rambu-rambu peringatan tentang pembangunan cor blok menuju Embung Sriten di Desa Pilangrejo, Kecamatan Nglipar, Gunungkidul, Kamis (29/11/2018). - Harian Jogja/David Kurniawan
05 Maret 2019 22:15 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Bupati Gunungkidul, Badingah, meresmikan jalan menuju Embung Batara Sriten di Desa Pilangrejo, Kecamatan Nglipar, Selasa (5/3/2019). Jalan dibangun menggunakan dana senilai Rp6,8 miliar. Diharapkan dengan akses yang baik ini dapat meningkatkan tingkat kunjungan wisata di embung tertinggi di Bumi Handayani.

Sekretaris Pokdarwis Batara Sriten, Radata, mengatakan jajarannya berharap adanya jalan yang baik menuju embung dapat meningkatkan kunjungan wisata. Ia tidak menampik selama ini setiap bulan sudah ada ribuan pengunjung yang datang. Meski demikian, jumlah kunjungan per harinya belum maksimal karena masih di kisaran puluhan orang. “Harapannya bisa meningkat karena jalan menuju embung sudah sangat bagus,” kata Radata, Selasa.

Dia menjelaskan perbaikan jalan dilaksanakan sejak September 2018. Selama perbaikan berlansung embung ditutup untuk umum. Namun sejak akhir 2019 embung dibuka kembali karena perbaikan jalan sudah selesai. “Sekarang keluhan terkait dengan jalan rusak menuju embung sudah tidak ada lagi,” katanya.

Radata mengungkapkan untuk potensi di Embung Sriten tidak hanya menawarkan keindahanan alam seperti melihat Waduk Gajah Mungkur dan Rawa Jombor dari satu lokasi. Pasalnya, di sekitar embung juga dikembangkan agrowisata kebun buah. Beberapa buah yang ditanam di antaranya jeruk, avokad, durian dan kelengkeng. “Untuk saat ini baru jeruk dan alpukat yang berbuah, untuk durian dan kelengkeng masih dalam pemeliharaan,” katanya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Edy Praptono, menambahkan jalan yang dibangun menuju Embung Batara Sriten sepanjang 6,5 km dengan anggaran sebesar Rp6,8 miliar dari pagu anggaran sebesar Rp 8 miliar. “Semoga dengan pembangunan ini bisa meningkatkan perekonomian warga,” katanya.

Bupati Gunungkidul, Badingah, menyadari jika pembangunan infrastruktur di zona utara sangat dibutuhkan oleh masyarakat, baik untuk mobilitas masyarakat ataupun penunjang wisata. “Mudah-mudahan jalan ini memberikan manfaat dan bisa mendukung pengembangan sektor kepariwisataan di sektor utara Gunungkidul,” katanya.

Menurut Badingah, di Sriten tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga cocok untuk olahraga kedirgantaraan yakni paralayang. “Sudah menjadi kegiatan rutin dan bahkan beberapa tahun lalu digelar event paralayang se-ASEAN,” katanya.