2.790 Relawan Sleman Kini Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan
Sebanyak 2.790 relawan bencana Sleman kini terlindungi BPJS Ketenagakerjaan. Pemkab beri jaminan keselamatan dan perlindungan kerja.
Warga Wirogunan mengikuti bedah buku Untung Puluhan Juta Dari Bisnis Anti-expired di Balai Kelurahan Wirogunan, Margangsan, Senin (11/3/2019)./Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, JOGJA—Agar usaha yang dirintis bisa berjalan lancar, masyarakat diminta pandai membaca peluang. Berbisnis mudah saja dilakukan asal tidak salah memperhitungkannya.
Konsultan Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (PLUT UMKM) DIY Novita Budi Kurniati mengatakan agar bisnis yang digeluti masyarakat bisa berjalan mulus maka pelaku usaha harus jeli melihat peluang. Baginya, salah satu usaha yang bisa bertahan adalah usaha yang tidak expired, tidak kedaluwarsa.
"Misalnya baju. Saya memilih usaha kaos untuk anak kecil. Kenapa anak kecil? Karena pertumbuhan anak itu pesat. Badan gampang berubah dan orang tua pasti membelikan baju anaknya," katanya di sela-sela Bedah Buku Untung Puluhan Juta Dari Bisnis Anti-expired di Balai Kelurahan Wirogunan, Kecamatan Mergangsan, Senin (11/3/2019).
Dia mengaku usaha yang dijalaninya tanpa modal dan tidak kedaluwarsa. Ada beberapa jenis usaha yang juga tanpa modal dan bisa dijalani masyarakat. Seperti berjualan sebagai reseller, menjual produk orang lain secara online.
"Saya memang karyawan, tapi saya bisa menjadi pelaku usaha. Tanpa modal, dapat uang. Saya memanfaatkan fasilitas kantor, ada Wifi, tentu dengan tujuan positif," katanya.
Dia berharap agar para pelaku usaha dan orang yang ingin terjun dalam bisnis tidak usah khawatir. Sebab peluang menjadi pengusaha masih sangat luas. Kuncinya pandai-pandai membaca peluang.
Selain menjadi pionir, membuka peluang usaha di luar DIY juga akan mampu mengembangkan bisnis yang digeluti.
“Buatlah sebuah produk yang belum banyak dijual oleh orang. Misalnya yang sudah terlanjur memiliki usaha kuliner, gudeg, agar terus bertahan bisa dijual di luar Jogja. "Bisa dijual di luar Jawa. Kalau di sini banyak banget pelaku usahanya. Kalau tetap jual di Jogja bisa mati, kalah dengan yang sudah terkenal," kata dia.
Kepala Bidang UKM Dinas Koperasi dan UKM Transmigrasi Jogja Rihani Wulandari mengatakan salah satu kendala yang dihadapi pelaku UKM adalah pemasaran. Seringkali, kata dia, calon wirausaha dan pelaku usaha terbentur untuk memasarkan produknya.
"Ini membutuhkan management kewirausahaan agar pemasaran bisa dilakukan. Pelaku usaha juga harus terus dimotivasi agar bisa terus mengembangkan usahanya," kata Rohani.
Selain itu, pelaku usaha juga diminta untuk terus bersemangat untuk mempromosikan produknya. Dia menilai, banyak usaha yang berkembang saat ini berangkat dari hobi. Ketika itu muncul, maka pelaku usahanya akan rasa cinta dan terus berupaya untuk mengembangkan usahanya. "Dia akan terus berupaya untuk meningkatkan jumlah pembeli dan kualitasnya," katanya.
Agar produk yang dijual tidak mudah ditiru oleh orang lain, dia mendorong agar pelaku UMKM untuk melindungi produknya. Sudah banyak UMKM di Kota Jogja yang naik kelas, ikut pameran dan buyer-nya banyak. "Agar tidak ditiru kami memfasilitasi hak intelektualnya dengan lokakarya," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 2.790 relawan bencana Sleman kini terlindungi BPJS Ketenagakerjaan. Pemkab beri jaminan keselamatan dan perlindungan kerja.
Pasar murah Pemkab Bantul di Pajangan diserbu warga. Harga beras, minyak, telur, gula, dan bawang dijual lebih murah dari pasaran.
Polri membantah pencegahan Febrie Adriansyah dilakukan sewenang-wenang dan menyebut tindakan itu untuk kepentingan penyidikan.
Malang menjadi destinasi wisata domestik favorit 2026 menurut Traveloka, disusul Bandung, Jogja, Semarang, dan Palembang.
ksi pembakaran sekolah oleh orang tak dikenal terjadi di Madrasah Ibtidaiyah YAPPI di Kalurahan Natah, Nglipar. Kasus ini telah dilaporkan ke Polsek Nglipar.
Pada momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Jawa Tengah, Luthfi secara khusus menyampaikan apresiasi kepada petani, buruh, pelaku UMKM, guru, tenaga kesehatan