Bawaslu Gunungkidul Patroli 24 Jam untuk Antisipasi Serangan Fajar

Ilustrasi anggota Bawaslu Gunungkidul merapikan APK hasil penertiban, di Kantor Bawaslu Gunungkidul, Jumat (16/11/2018). - Harian Jogja/Herlambang Jati Kusumo
16 April 2019 14:57 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, WONOSARI –Jelang pelaksanaan pencoblosan Pemilu 2019 praktik politik uang harus tetap diantisipasi. Bawaslu Gunungkidul terus melakukan patroli keliling selama 24 jam selama masa tenang pemilu. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi adanya praktik politik uang dengan modus serangan fajar.

“Kami akan terus awasi nonstop sehingga praktik politik uangg bisa dicegah,” kata Ketua Bawaslu Gunungkidul, Is Suamrsono kepada wartawan, Selasa (16/4/2019).

Dia menjelaskan, untuk patroli tidak hanya dilakukan oleh internal bawaslu mulai dari tingkat kabupaten, kecematan, desa hingga pengawas TPS. Namun, juga melibatkan anggota sentra penegakan hukum terpadu (Gakkumdu) di Gunungkidul. “Sudah dikoordinasikan dan kami berkomitmen untuk mencegah praktik politik uang dalam Pemilu,” tuturnya.

Merujuk Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 dalam Pasal 523 ayat (2). Dalam pasal tersebut berbunyi setiap pelaksana, peserta, dan/atau tim kampanye pemilu yang dengan sengaja pada Masa Tenang menjanjikan atau memberikan imbalan uang atau materi Iainnya kepada pemilih secara langsung ataupun tidak langsung sebagaimana dimaksud dalam Pasal 278 ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan denda paling banyak Rp 48 juta.

“Harapannya pelaksanaan pemilu dapat berjalan dengan aman, lancar dan jauh dari praktik-pratik curang,” katanya.